Metro, Suara.com- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar bakal memberi penghargaan kepada kepala desa (Kades) yang sukses menjalankan SDGs Desa.
Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Halim saat menyapa kepala desa yang berhasil membawa desa yang dipimpinnya mendapat kategori Desa Mandiri.
Didampingi Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Sugito, Kepala BPI Ivanovich Agusta dan Tim Sapa Desa, Gus Halim menyapa Kepala Desa kategori Mandiri tahun 2022 di wilayah Pulau Sumatera secara virtual dari kantor Kemendes PDTT, Jakarta pada Jumat (22/7/2022).
Gus Halim mengatakan bahwa sebagai bentuk apresiasi, kepala desa yang memimpin kategori Desa Mandiri akan diberikan lencana.
Saat ini ada 6.238 desa yang berstatus Desa Mandiri dari total 74.961 desa di seluruh Indonesia.
Sedangkan untuk Desa Maju sebanyak 20.249 desa, Desa Berkembang 33.902 desa, Desa Tertinggal 9.584 desa dan Desa Sangat Tertinggal 4.982 desa.
“Dari 74.961 desa, baru 6.238 Desa yang berstatus Desa Mandiri. Artinya dari 74.961 belum 10 persen. Nah yang membanggakan adalah, meskipun Desa Mandirinya kurang dari 10 persen, tapi desa sangat tertinggalnya juga tinggal sedikit, tidak sampai 10 persen juga,” ungkap Mendes PDTT.
“Ini yang cukup membanggakan. Kita berharap ke depan, semakin hari jumlah desa sangat tertinggal semakin berkurang sampai pada titik nol,” harapnya.
Sebagai wujud apresiasi, Kemendes PDTT memberikan apresiasi kepada kepala desa dalam bentuk pemberian piagam penghargaan sekaligus diikuti pemberian lencana. Selain penghargaan Kemendes juga akan memberikan penghargaan dalam bentuk PIN kepada desa yang berhasil mencapai kualifikasi SDGs Desa.
Baca Juga: Begini Cara McDonald's Tingkatkan Literasi Anak Indonesia
“Kemendes PDTT juga akan memberikan penghargaan dalam bentuk PIN. Khususnya untuk yang terkait dengan capaian SDGs Desa. Semisal bapak/ibu desanya sudah bisa memenuhi kualifikasi sebagai desa tanpa kemiskinan, maka Kemendes PDTT akan mengeluarkan PIN desa tanpa kemiskinan,” ungkapnya.
“Suatu saat misalnya desa bisa memenuhi ketentuan keterlibatan perempuan desa, maka Kemendes PDTT akan memberikan penghargaan dalam bentuk piagam dan PIN untuk kepala desa yang desanya memenuhi kualifikasi sebagai desa yang melibatkan perempuan desa di dalam pembangunan dan seterusnya,” tambahnya.
Berbeda dengan penghargaan berupa lencana yang diterima kepala desa kategori Desa Mandiri yang bisa dipasang di pakaian, maka penghargaan PIN SDGs Desa disarankan untuk di pasang di selempang.
Hal tersebut dikarenakan jumlah SDGs Desa yang mencapai 18 sehingga jika dipasang di pakaian maka tidak akan cukup apabila desa dapat meraih seluruh penghargaan sesuai jumlah kualifikasi SDGs Desa.
“Makanya untuk PIN capaian SDGs desa nanti dipasang di selempang , sehingga pada saat upacara-upacara hari besar, apel atau ulang tahun UU Desa, kepala desanya harus menampilkan seluruh atribut penghargaan yang diterima,” pungkas Gus Halim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Upaya Duda Lina Jubaedah Jadikan Bintang Ahli Waris Berakhir Tragis, Hakim Nilai Cacat Formil
-
Kembalinya Mahkota Raja Pajajaran, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Pukau Warga Bogor
-
Ketika Bantuan Pendidikan Tidak Selalu Sampai pada Kebutuhan Anak
-
Sinopsis Film Backrooms: Teror Ruangan Kosong yang Penuh Gore dan Misteri
-
Realita Kehidupan Dewasa yang Tidak Selalu Indah di Buku Rapijali 3
-
Ini Program Wali Kota Solo untuk Mengentaskan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
-
Sampah Hari Ini, Ancaman Masa Depan: Gen Z Tak Boleh Acuh pada Lingkungan
-
Tangisan Driver Ojol Penghasilannya Turun Drastis, Dulu Bisa Rp300 Ribu Per Hari, Sekarang Sulit