Metro, Suara.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berdialog dengan sejumlah pelaku ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Sandiaga mendengar aspirasi, masukan dan kendala yang dihadapi para pelaku usaha selama pandemi COVID-19 untuk kemudian dicarikan solusi yang tepat.
Pandemi COVID-19 saat ini memang sudah berangsur pulih. Namun masih banyak pelaku ekonomi kreatif yang menemukan berbagai kendala untuk bangkit dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satunya kendala yang diungkapkan pelaku ekonomi kreatif yang mewakili industri fesyen. Semenjak pandemi COVID-19, mereka tidak dapat melangsungkan event fashion show di benteng Van Den Bosch. Padahal melalui event ini tercipta multiplier effect yang sangat besar. Karena tidak hanya pengrajin batik saja yang ikut sejahtera, tapi juga industri lain seperti make up, back drop, dan lainnya.
andiaga langsung menghadirkan solusi dengan meminta jajarannya untuk mengakomodir aspirasi tersebut.
"Saya tugaskan Pak Bisma (Plt. Direktur Utama BOB) berkoordinasi dengan Pak Reza (Direktur Event Daerah Kemenparekraf/Baparekraf) dan Ibu Dessy (Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf). Karena kalau dilihat, menurut saya, ini (Benteng Van Den Bosch) layak menjadi venue event nasional dan internasional," respons Menparekraf Sandiaga saat berdialog dengan pelaku ekraf di Benteng Van Den Bosch, Ngawi, Jawa Timur, Rabu (27/7/2022).
Sementara di industri kuliner, para pelaku mengaku sulit menembus area pariwisata untuk menitipkan barang atau produk oleh-oleh mereka. Karenanya, pelaku industri kuliner berharap bisa mendapatkan akses pemasaran melalui dukungan Kemenparekraf/Baparekraf.
"Mengenai produk ekonomi kreatif yang ingin dibantukan akses pemasarannya. Kita kebetulan punya Warung Rojali, karena pariwisata itu harus jadi 'rojali' rombongan yang jadi beli produk ekonomi kreatif lokal. Nanti coba kita fasilitasikan melalui terobosan kita Warung Rojali dan akan kita koordinasikan dengan Bupati Ngawi," kata Menparekraf.
Warung Rojali sendiri merupakan program Kemenparekraf/Baparekraf yang akan mempromosikan produk-produk ekonomi kreatif dan UMKM dari seluruh Indonesia. Kegiatan Warung Rojali atau warung rombongan jadi beli ini diadakan secara daring dengan memanfaatkan fitur siaran langsung di aplikasi media sosial (medsos) TikTok @warungrojali bersama Menparekraf Sandiaga Uno.
Baca Juga: Libatkan Masyarakat, Perempuan TOP Viralkan Pencegahan Terorisme dan Radikalisme
Sandiaga juga mendengar aspirasi pelaku usaha lainnya yang berharap potensi pariwisata bisa lebih ditingkatkan sehingga menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Ngawi. Dengan demikian akan berdampak pada keberlangsungan industri lain seperti hotel, resto hingga produk ekonomi kreatif. Karena semenjak pandemi pendapatan harian mereka menurun drastis.
Mereka juga berharap dengan adanya infrastruktur jalan tol, tidak mengurangi pendapatan harian pelaku UMKM namun justru memberikan manfaat terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Sandiaga bercerita bahwa dirinya pernah melakukan program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan menghadirkan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif di rest area secara gratis. Ternyata hal ini mendapatkan respons yang positif dimana terjadi peningkatan penjualan produk ekraf yang signifikan.
"Jadi teman-teman di Ngawi bisa bekerja sama dengan Danang Parikesit, Kepala BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) untuk nanti pengelolaan rest area bisa memberikan peluang penempatan produk-produk ekraf. Ini bentuk kerja sama yang bisa kita kembangkan bersama dan kami siap memfasilitasi, karena ekonomi kreatif ini kebetulan di bawah lingkup Kemenparekraf. Kami siap bekerja sama dengan Bupati Ngawi dan pelaku usaha," kata Menparekraf Sandiaga.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengapresiasi kehadiran Menparekraf beserta jajaran di mana hal ini memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh insan kreatif di Kabupaten Ngawi.
"Kami berharap pemerintah pusat melalui Kemenparekraf dapat menjadi jembatan untuk produk-produk ekonomi kreatif di Kabupaten Ngawi ini lebih bisa dikenal secara nasional dan internasional," kata Oni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
Terkini
-
10 Bentuk Alis Perempuan dan Artinya, Mana yang Cocok dengan Karakter Anda?
-
Mahalini Dicap Sombong, Ingat Lagi Pernyataan Irfan Hakim Soal Sikap Jebolan Ajang Pencarian Bakat
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Inovasi dari Perbatasan: Li Claudia Chandra Diganjar KWP Award 2026
-
Hari Keberuntungan Setiap Zodiak pada Minggu Ketiga April 2026, Cek Tanggalnya!
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Sammy Simorangkir Bawakan Lagu Karya Badai di Konser 20 Tahun, Promotor Pastikan Royalti Dibayar
-
Viral Chat Tak Pantas Diduga Guru Besar ke Mahasiswi: Minta Foto Bikini hingga Ajak Minum Brandy
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Tanpa Ampun, Vietnam Bantai Timor Leste 10-0
-
Duh! Nekat Gondol Gamelan di Kota Jogja, Polisi Tangkap Seorang Lansia Tuna Wisma