/
Jum'at, 29 Juli 2022 | 08:00 WIB
Mensos Risma saat rapat dengan Komisi VIII DPR RI. (tangkap layar) (Suara,com)

Metro, Suara.com - Kementerian Sosial akan membentuk satuan tugas atau satgas pengawasan lembaga-lembaga filantropi.  Satgas yang dibentuk sebagai imbas kasus ACT tersebut akan secepatnya dibentuk pada pertengahan Agustus 2022.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan satgas tersebut akan terdiri atas anggota Kemensos, aparat penegak hukum, pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK hingga Interpol.

"Ini harus cepat ini. Ini lebih penting dan enggak bisa ditunda," kata Mensos Risma saat ditemui di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Mensos Risma mengakui bahwa pengawasan Kemensos terhadap lembaga filantropi masih lemah, sehingga dirasa perlu untuk mempersiapkan tim untuk monitoring.

Mensos Risma menegaskan ketimbang melakukan revisi Undang-Undang 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang dan Barang atau UU PUB, pihaknya lebih memprioritaskan untuk menyediakan alat monitoring, atau petugas pengawasan.

"Kalau rubah Undang-undang butuh waktu, justru yang paling dibutuhkan cepat adalah alat bagaimana bisa mengawasi itu," kata Risma.

Mensos Risma mengaku telah memperingatkan petinggi ACT sejak awal menjadi Menteri Sosial, karena adanya sumbangan ke luar negeri. Ia telah membuat surat peringatan hingga peneguran terhadap yayasan ACT.

Load More