Metro, Suara.com- Sejumlah seniman Metro menggelar pameran seni bertajuk "Money Oriented" di Timeless Coffee Bar, 3 hingga 9 September 2022 mendatang.
Baskoro menjelaskan lewat pameran bertajuk "Money Oriented" beberapa seniman lokal yang berdomisili di Metro berusaha memecahkan permasalahan secara ekonomi, sekaligus berusaha menciptakan salah satu kepincangan dalam ekosistem seni di daerahnya yaitu minimnya kolektor seni.
"Pameran ini sendiri bertujuan menciptakan ruang pamer yang lebih dekat dengan khalayak muda selain itu menjadi bentuk pameran yang mengutamakan profit terhadap seniman yang tergabung dalam pameran , melahirkan ekosistem seni rupa di kota ini, yaitu kolektor seni serta menghidupkan kembali diskusi seni lebih dekat lagi kepada khalayak muda,"ungkap Baskoro
Lebih lanjut Baskoro mengatakan bahwa seniman yang tergabung dalam pameran ini sendiri merupakan seniman pemula yang aktif dalam menciptakan karya seni.
"Latar belakang yang berbeda dari para seniman menciptakan kecenderungan visual yang beragam,"ungkapnya.
Beberapa seniman yang terlibat diantaranya adalah Golbet yang kerap kali menyalurkan kemampuan artistiknya pada media kayu, dengan kecenderungan bentuk-bentuk visual imajinatif anak-anak yang masih kental pada alam bawah sadarnya.
Kemudian Ucil memvisualisasikan karyanya melaui berbagai media, baik itu logam, keramik, karya lukis bahkan sampah. Ucil berusaha menyuarakan akan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan alam.
Lalu Baskoro seorang seniman keramik dengan pengkaryaan visual yang
imajinatif, ia kerap menciptakan karya dengan bentuk- bentuk abstrak. Selanjutnya Linang Kharisma adalah seniman yang mencoba mengaplikasikan Tri Hita Karana dalam kehidupan modern. Dalam proses berkarya, Linang dikenal sebagai seniman yang menggunakan daun sebagai media karya.
Lalu Rojak Martowijoyo terbiasa bekerja menciptakan karya keramik
dengan visual yang penuh dengan perhatian terhadap benda yang ia ciptakan. Terakhir ada seniman peremouan Violita yang berkarya menggunakan lilin dengan teknik molding. Violita kerap menampilkan visual yang bertolak dari keindahan lekuk tubuh wanita pada karyanya.
Baca Juga: Masyarakat Adat Nusantara Gelar Festival Adat dan Budaya Nusantara I di Bali
"Melalui pameran ini, para seniman menjual karya seni dengan harga yang miring dengan tetap menerapkan penjualan karya sesuai dengan penjualan karya seni secara profesional dan karya yang terjual memiliki sertifikat kepemilikan karya dari seniman penciptanya,"jelasnya.
Selain pameran sejumlah acara juga ikut digelar mulai dari sketch jamming, artist talk hingga akustik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Bocoran Xiaomi 18 Versi Standar Baru, Siap Meluncur Desember Nanti!
-
Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang
-
6 Cara Membaca Birth Chart Astrologi untuk Pemula, Mulai dari Big Three
-
Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora
-
BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini
-
Wall Street Melemah, IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat Hari Ini
-
5 Cara Touch Up Bedak Padat di Atas Makeup yang Mulai Luntur agar Wajah Kembali Flawless
-
Apes! Peras Pemain Judol, Dua Polisi di Gresik Malah Dikepung Massa
-
Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah
-
Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!