/
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 00:22 WIB
Poster Eksebisi Seni Money Oriented (Ucil)

Metro, Suara.com- Sejumlah seniman Metro menggelar pameran seni bertajuk "Money Oriented" di Timeless Coffee Bar, 3 hingga 9 September 2022 mendatang.

Baskoro menjelaskan lewat pameran bertajuk  "Money Oriented" beberapa seniman lokal yang berdomisili di Metro berusaha memecahkan permasalahan secara ekonomi, sekaligus berusaha menciptakan salah satu kepincangan dalam ekosistem seni di daerahnya yaitu minimnya kolektor seni.

"Pameran ini sendiri bertujuan menciptakan ruang pamer yang lebih dekat dengan khalayak muda selain itu  menjadi bentuk pameran yang mengutamakan profit terhadap seniman yang tergabung dalam pameran , melahirkan ekosistem seni rupa di kota ini, yaitu kolektor seni  serta menghidupkan kembali diskusi seni lebih dekat lagi kepada khalayak muda,"ungkap Baskoro

Lebih lanjut Baskoro mengatakan bahwa seniman yang tergabung dalam pameran ini sendiri merupakan seniman pemula yang aktif dalam menciptakan karya seni.

"Latar belakang yang berbeda dari para seniman menciptakan kecenderungan visual yang beragam,"ungkapnya.

Beberapa seniman yang terlibat diantaranya adalah  Golbet yang kerap kali menyalurkan kemampuan artistiknya pada media kayu, dengan kecenderungan bentuk-bentuk visual imajinatif anak-anak yang masih kental pada alam bawah sadarnya.

Kemudian Ucil memvisualisasikan karyanya melaui berbagai media, baik itu logam, keramik, karya lukis bahkan sampah. Ucil berusaha menyuarakan akan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan alam.

Lalu Baskoro seorang seniman keramik dengan pengkaryaan visual yang
imajinatif, ia kerap menciptakan karya dengan bentuk- bentuk abstrak. Selanjutnya  Linang Kharisma adalah seniman yang mencoba mengaplikasikan Tri Hita Karana dalam kehidupan modern. Dalam proses berkarya, Linang dikenal sebagai seniman yang menggunakan daun sebagai media karya.

Lalu Rojak Martowijoyo terbiasa bekerja menciptakan karya keramik
dengan visual yang penuh dengan perhatian terhadap benda yang ia ciptakan. Terakhir ada seniman peremouan Violita yang berkarya menggunakan lilin dengan teknik molding. Violita kerap menampilkan visual yang bertolak dari keindahan lekuk tubuh wanita pada karyanya. 

Baca Juga: Masyarakat Adat Nusantara Gelar Festival Adat dan Budaya Nusantara I di Bali

"Melalui pameran ini, para seniman menjual karya seni dengan harga yang miring dengan tetap menerapkan penjualan karya sesuai dengan penjualan karya seni secara profesional dan karya yang terjual memiliki sertifikat kepemilikan karya dari seniman penciptanya,"jelasnya.

Selain pameran sejumlah acara juga ikut digelar mulai dari sketch jamming, artist talk hingga akustik.

Load More