Metro, Suara.com- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Museum Batu Bara Bukit Asam di Tanjung Enim resmi dibuka, Rabu (17/8/2022).
Soft launching museum ini dihadiri oleh Pejabat (Pj) Bupati Muara Enim Kurniawan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida), dan jajaran Direksi PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Kurniawan menjelaskan bahwa sejak 2016, PTBA dan Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah mencanangkan Program Tanjung Enim Kota Wisata. Tujuannya agar Tanjung Enim yang merupakan kawasan tambang batu bara dapat menjadi destinasi wisata dan mandiri setelah kandungan batu bara sudah habis.
Salah satu langkah untuk mewujudkan Tanjung Enim menjadi kota wisata adalah pembangunan Museum Batu Bara Bukit Asam. Museum ini merupakan salah satu aset yang digunakan untuk menyimpan, mengoleksi, konservasi, riset, edukasi, maupun hiburan.
"Kado spesial dari PTBA berupa sebuah kompleks Museum Tambang Batu Bara yang Insyaallah akan menjadi ikon kota wisata Tanjung Enim," kata Kurniawan dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pihaknya mendukung dan menyambut baik kehadiran museum pertama di Muara Enim ini. "Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Muara Enim, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian PTBA terhadap pembangunan di Bumi Serasan Sekundang," ucapnya.
Direktur Operasi dan Produksi PTBA Suhedi menyatakan bahwa peresmian ini merupakan wujud komitmen PTBA dalam hal visi sustainability, khususnya pengelolaan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan.
“Kami berharap nantinya akan memberikan manfaat yang besar melalui pengelolaan yang baik dengan melibatkan unsur masyarakat," kata Suhedi.
Museum Batu Bara diharapkan dapat menjadi landscape sekaligus objek wisata pendidikan bagi masyarakat Sumatera Selatan. Terdapat banyak edukasi dan informasi di dalamnya, seperti jenis-jenis batu bara, ruang kereta bawah tanah, alat-alat tambang yang digunakan pada masa lalu, ruang theater audio visual, hingga sejarah pimpinan Bukit Asam dari masa ke masa.
Baca Juga: Bersama Lokomotif Bon-Bon dan Kereta Djoko Kendil ,KAI Gelar Kereta Bersejarah Menyapa
Melalui museum ini, para pengunjung dapat mengetahui sejarah pertambangan batu bara dari era kolonial sampai saat ini. Selain itu, kereta akan membawa pengunjung serasa di dalam tambang bawah tanah. Di kompleks seluas 4,5 hektar ini pun nantinya akan dibangun beberapa venue destinasi wisata yang ditujukan bukan hanya untuk masyarakat lokal sekitar Tanjung Enim.
Venue-venue yang berpotensi menarik turis dari luar Tanjung Enim tersebut antara lain Goa Coal Park, Kolam Wisata, Gedung Seni, Gedung Pusat Kuliner, Plaza Air Mancur, dan beberapa miniatur ciri khas daerah Sumsel seperti Miniatur Benteng Kuto Besak, Pagoda Pulo Kemaro, Masjid Agung Palembang, Monpera, dan sebagainya. Kawasan ini telah didesain untuk mampu menampung wisatawan sekitar 200-300 orang per hari.
Tak hanya museum, PTBA pun sebelumnya telah membangun berbagai infrastruktur untuk mewujudkan cita-cita Tanjung Enim Kota Wisata. Di antaranya adalah Mini Zoo dan Jogging Track Tanjung Enim, hingga Taman Love. PTBA juga akan membangun Botanical Garden atau Taman Koleksi seluas 17 hektar untuk meningkatkan nilai tambah pada lahan pasca tambang.
"Kami perlu mengingatkan bahwa kompleks destinasi wisata ini agar sama-sama kita jaga dan kita kembangkan dalam mendukung program Tanjung Enim Kota Wisata. Kemudian juga perlu dilakukan pembinaan dalam hal peningkatan skill dan kompetensi dari sisi sumber daya manusia agar apa yang telah kita buat saat ini, dapat dikelola secara optimal sehingga memberikan manfaat yang besar dalam jangka panjang serta melahirkan Tanjung Enim yang unggul dan berdaya saing," pungkas Suhedi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?