/
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 08:03 WIB
Pelaku Ekraf Kendari Dorong Optimisme Kebangkitan Ekonomi (Kemenparekraf)

Metro, Suara.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi kualitas produk/karya anak bangsa khususnya para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Kendari yang dipamerkan dalam Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022, di Lippo Plaza, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (26/8/2022)

27 peserta AKI yang mengikuti pameran di Lippo Plaza Kendari, terdiri dari 20 finalis subsektor kuliner, kriya, fesyen, dan aplikasi. Serta 7 finalis dari subsektor film dan musik.

Pada kesempatan tersebut Sandiaga Uno menyampaikan optimismenya pada produk-produk tersebut ke depan yang disebutnya akan mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi tanah air.

“Ada 27 (pelaku ekraf) menunjukkan karya-karya terbaiknya dan memperlihatkan bahwa produk karya anak bangsa yang berkualitas, seperti aplikasi ANOA ini yang merupakan solusi dari aplikasi transportasi di Kendari. Sekarang fiturnya sedang dikembangkan, dan nanti hasil launching-nya akan kami bantu promosikan,” kata Menparekraf.

Sandiaga menyampaikan bahwa Founder Produk Aplikasi ANOA Lukmanul Hakim merupakan peserta AKI yang telah merasakan manfaat pembelajaran pada bootcamp AKI tentang Hak Kekayaan Intelektual. Lukmanul Hakim mendaftarkan HKI untuk produknya, dan ternyata memilki kesamaan dengan produk yang sudah ada, sehingga sekarang melakukan re-branding, dari nama sebelumnya BOOSJEK menjadi ANOA.

“Jadi saya akan beri dukungan kepada Lukmanul Hakim, Founder Produk Aplikasi ANOA, berupa pemberian tanda tangan pada atribut ANOA yang baru sebagai tanda launching nama brand yang baru. Saya doakan aplikasi ini bisa bersaing dan sukses menjadi unicorn,” katanya.

Sandiaga berharap melalui AKI, program unggulan Kemenparekraf/Baparekraf yang menyasar 16 kabupaten/kota di Indonesia ini, pelaku ekonomi kreatif mampu menghadapi tantangan ekonomi dengan naiknya harga-harga kebutuhan bahan pokok akibat krisis global.

“Melalui AKI yang memberikan inovasi-inovasi baru pada pelaku usaha, kiat-kiat pemasaran dengan digitalisasi, kita harapkan mereka bisa bertahan dengan digitalisasi dan pemasaran yang lebih bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Sehingga target kita tahun 2024 untuk menciptakan 4,4 juta lapangan kerja dapat tercapai,” pungkas Sandiaga.

Baca Juga: Sosialisasikan Perda, Garinca Dorong Kebangkitan UMKM Lamtim

Load More