Metro, Suara.com- 455 peserta didik Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dinyatakan lulus beasiswa program Generasi Maju (GEMA) Repatriasi 2022.
SIKK sendiri merupakan sekolah induk bagi 160 CLC di Malaysia. Salah satu program SIKK adalah pendidikan berkelanjutan dengan memfasilitasi lulusan CLC SMP ke jenjang SMA dan SMK yang telah diinisiasi oleh SIKK sejak tahun 2013 dengan skema beasiswa Yayasan. Sejak 2015 program pendidikan berkelanjutan tersebut lebih dikenal dengan Beasiswa Repatriasi Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pada 2022, nama program tersebut menjadi Generasi Maju (GEMA) Repatriasi 2022.
Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek, Anang Ristanto dalam sambutan pelepasan penerima beasiswa (Beswan) GEMA Repatriasi tahun 2022 secara virtual, pada Jumat (26/8) menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia dari berbagai unsur baik guru, tenaga kependidikan, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, dan Perwakilan RI di Malaysia yang telah bersinergi sehingga anak-anak pekerja migran Indonesia dapat diberikan beasiswa untuk kembali dan bersekolah di Indonesia.
Anang menuturkan, sejalan dengan amanat Undang-undang Dasar (UUD) 1945, setiap warga negara baik di dalam maupun di luar negeri berhak mendapatkan layanan pendidikan. Ia mengatakan, kehadiran negara dalam memberikan layanan pendidikan di luar negeri diwujudkan melalui Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) maupun Community Learning Center (CLC).
Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Kota Kinabalu, Rafail Walangitan mengatakan kolaborasi pemberian beasiswa menjadi sebuah langkah awal yang akan menghantarkan semua penerima beasiswa untuk meraih mimpi cita-cita yang didambakan. Tercatat hingga tahun 2021, beasiswa repatriasi telah menghantarkan lebih dari 2.474 Beswan melanjutkan pendidikan menengah di Indonesia.
“Di tahun 2022 jumlahnya akan terus meningkat, dan di masa mendatang jangkauan penerima beasiswa akan diperluas untuk anak pekerja migran Indonesia di wilayah Malaysia lainnya,” urai Konjen Rafail.
Rafail juga menekankan pentingnya penyesuaian dengan lingkungan pendidikan yang baru di Indonesia. “Jadikan kesempatan belajar di Indonesia untuk mencari ilmu, mendapatkan pengetahuan baru, berkenalan dengan guru dan teman sebaya. Jadilah siswa terbaik yang kelak membanggakan keluarga, nusa dan bangsa,” ucapnya.
Kepala SIKK, Dadang Hermawan mengatakan bahwa sejak tahun 2013, peserta didik SIKK yang belajar di Indonesia banyak yang membuktikan keberhasilannya. Salah satunya, alumni CLC Permodalan Sabah, Muhammad Asdar yang sukses menjadi salah satu dari 36 orang yang diterima dalam program yang diselenggarakan oleh Sekolah Staf Presiden tahun 2022.
Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kemendikbudristek telah menginisiasi penyaluran beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) untuk program GEMA Repatriasi pada 2016. Adapun sasaran penerima beasiswanya adalah anak PMI lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) SIKK/CLC di Malaysia.
Baca Juga: Promosikan Destinasi Wisata dan UMKM, Kemenparekraf Gagas Kerjasama Cinema on The Beach
Tahun 2022, sebanyak 455 peserta didik dinyatakan lolos program GEMA Repatriasi dengan rincian 300 anak lolos seleksi sebagai penerima beasiswa ADEM dan 155 anak lolos seleksi sebagai penerima beasiswa yayasan dari 605 peserta didik yang tersebar di 583 CLC di Sabah, Sarawak, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru. Peserta didik tersebut akan melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah pada 96 sekolah mitra SMA dan SMK di Indonesia yang tersebar di 12 provinsi.
Dana beasiswa ADEM ini, tidak diberikan seutuhnya kepada siswa penerima beasiswa tetapi diberikan kepada sekolah tujuan tempat siswa bersekolah. Dana dikelola oleh sekolah dan digunakan untuk manajemen sekolah, seragam, kesehatan, konseling, biaya hidup dan lainnya. Sementara itu, beasiswa yayasan diberikan oleh yayasan atau sekolah mitra yang bekerja sama dengan Panitia GEMA Repatriasi 2022.
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Persiapan Mudik Lebaran 2026 Yamaha Siapkan Bengkel Jaga Kawal Pemudik
-
Kapan Zakat Mal Wajib Dibayarkan? Ini Ketentuannya
-
Jelang Bela Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On Catat Rekor Menit Bermain
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Siswa di Bawah Umur di Riau Dilarang Bawa Kendaraan Bermotor ke Sekolah
-
Ramadan 2026 Makin Canggih: Gemini AI Bantu Atur Puasa, Olahraga, hingga UMKM
-
Ragukan Pernikahan Siri Inara Rusli, Teman Dekat Dapat Pesan Ancaman
-
Meriam Bellina - Ikang Fawzi Perankan Orang Tua dengan Ujian Berat di Film "Titip Bunda di Surga-Mu"
-
Tukar Uang Sebaiknya Hari Apa? Ini Jadwal dan Trik Terbaiknya
-
Misi Glow Up Lebaran: Antara Kejar Tayang Kulit Bening dan Dompet yang Kering