Metro, Suara.com- Anggota Delegasi Parlemen Indonesia untuk Pertemuan Antarparlemen Perempuan ASEAN (WAIPA), Dyah Roro Esti Widya Puteri berbagi wawasan tentang peran DPR dalam mendorong pemulihan responsif gender dan pandemi Covid-19 dalam Rapat Virtual Komite Koordinasi Perempuan Anggota Parlemen ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (WAIPA).
Dyah menilai pandemi Covid-19 telah memperburuk kerentanan yang sudah ada terhadap perempuan. Karenanya kesetaraan gender dinilai penting untuk menciptakan dunia yang inklusif.
"Jika tidak dilaksanakan, masyarakat hanya akan melihat ketimpangan sosial ekonomi yang lebih besar di antara kelompok-kelompok yang diperparah oleh pandemi serta konflik yang terjadi di dunia kita saat ini," kata Dyah saat rapat Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (30/8/2022).
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu menegaskan kesetaraan gender sebagai hal penting dalam berbagai instrumen hak asasi manusia, termasuk Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN dan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan.
Dyah menyoroti pasal 2 dan 7 dalam konvensi tersebut yang dinilai berkaitan karena anggota parlemen perempuan memiliki peran dalam menentukan dan merumuskan kebijakan yang responsif gender melalui fungsi legislasi.
Politisi fraksi Partai Golkar itu memastikan Indonesia sangat berkomitmen untuk menjamin partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam kehidupan publik dan politik.
"Saat ini, ada 123 anggota parlemen perempuan di DPR dan kami sangat yakin jumlah itu akan meningkat pada periode parlemen berikunya," tambahnya.
Pada acara yang diikuti oleh 30 delegasi dari negara-negara di ASEAN itu, Dyah menjelaskan peran perempuan dalam penerapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam program tersebut, kata dia, pemerintah telah mengalokasikan Rp455,62 triliun pada 2022 untuk memulihkan aspek ekonomi, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Dyah menjelaskan skema pemulihan ekonomi, pemerintah menganggarkan Rp178,32 triliun, termasuk untuk mendukung usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan 64 persen pelakunya adalah perempuan. Untuk itu, pemerintah menyiapkan langkah-langkah seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR), program vaksinasi Covid-19, program Kartu Prakerja, dan Program Kartu Harapan.
Baca Juga: Menaker Dukung Percepatan RUU PPRT Menjadi Undang-undang
"Pada kerja sama yang efektif di tingkat nasional, negara telah menunjukan kemajuan dalam mengadopsi langkah-langkah pemulihan yang akan bermanfaat bagi perempuan. Namun, kerja sama antarnegara tetap penting," tutur Dyah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC