/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 16:37 WIB
Festival Indonesia Bertutur 2022 (Kemendikbudristek)

Metro, Suara.com-Sebagai upaya memajukan ekosistem budaya, Festival Indonesia Bertutur 2022 di Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 7—11 September 2022 mendatang.  Festival  ini melibatkan sekitar 900 pelaku budaya dan menampilkan lebih dari 100 karya.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid merancang festival ini sebagai kegiatan dua tahunan guna memfasilitasi para pelaku budaya sekaligus memperluas akses publik atas warisan budaya yang dimiliki Indonesia.

Selain itu menurutnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Festival Indonesia Bertutur sebagai sarana untuk menjaga budaya berkelanjutan dan cagar budaya sebagai sumber ilmu pengetahuan. 

“Dengan perkembangan teknologi, terutama di bidang media, kami ingin mendorong pemanfaatan teknologi agar publik memiliki akses yang semakin besar terhadap warisan budaya yang kita miliki dan dapat memanfaatkan warisan budaya tersebut sebagai sumber ilmu pengetahuan,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, di Jakarta (31/8).

Hilmar berharap festival ini dapat memicu kreativitas para seniman, utamanya seniman muda, sehingga ekosistem kreasi konten di Indonesia semakin maju dan semakin banyak konten yang memperkenalkan budaya Indonesia.

Indonesia Bertutur 2022 yang digelar bertepatan dengan presidensi mengusung tema “Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan”  akan menampilkan 20 cagar budaya sebagai materi yang dipilih para pelaku budaya dalam karya mereka.

Cagar budaya tersebut adalah Sangiran, Liang Bua, Leang-Leang, Gugus Misool (Raja Ampat), Sangkulirang, Lore Lindu, Kutai, Tarumanegara, Kompleks Candi Dieng, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Prambanan, Candi Gunung Kawi, Muara Takus, Muaro Jambi, Candi Jago, Candi Singosari, Trowulan, dan Candi Bahal.

Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2022, Melati Suryodarmo menjelaskan Indonesia Bertutur 2022 bertujuan untuk menawarkan keterbukaan cara berpikir dan bertindak, sekaligus mengutamakan pencapaian tujuan penciptaan karya seni yang ditujukan untuk kemaslahatan kehidupan masyarakat.

Sementara  Direktur Perfilman, Musik, dan Media (PMM), Ahmad Mahendra menjanjikan festival ini akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para penampil dan juga pengunjung.

Baca Juga: Dukung Kebaya Goes to UNESCO, ANTARA Selenggarakan Pameran Foto "Kebaja Saja"

“Saya berharap Indonesia Bertutur bisa menjadi sumber edukasi, inspirasi dan pengalaman baru bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk melihat bagaimana teknologi dan budaya tidak terpisahkan dan seharusnya berjalan beriringan dalam banyak ragam eksplorasi agar bisa tetap relevan dalam cara penyampaian sesuai perkembangan zaman,” ungkapnya.

Lewat digelarnya Indonesia Bertutur bisa menjadi sumber edukasi, pengalaman dan inspirasi bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk ikut melestarikan warisan seni dan budaya Indonesia. Pengunjung diharapkan mendapatkan berbagai pengalaman menarik di Indonesia Bertutur tanpa dipungut biaya.

Terdapat beberapa program yang akan ditampilkan pada kegiatan Indonesia Bertutur 2022. Pertama, Kiranamaya menampilkan beragam video mapping dan tatanan instalasi seni cahaya dari karya-karya seniman dalam dan luar negeri yang menggunakan teknologi pencahayaan, interaktif dan arsitektural. Pengunjung akan mendapatkan pengalaman cahaya yang istimewa di Borobudur saat malam hari layaknya sebuah festival cahaya.

Kedua, Layarambha yang menghadirkan berbagai film peran dan film pendek dari berbagai jenis film tari dan dari berbagai negara termasuk dari Indonesia. Ketiga, Anarta di mana pengunjung dapat menyaksikan seni pertunjukan kontemporer dari beragam pertunjukan kontemporer di bidang musik, tari dan teater khususnya yang melakukan proses eksperimen panjang dan menggunakan teknologi modern dalam karyanya.
 
Keempat, Visaraloka di mana Indonesia Bertutur menyediakan ekosistem bagi seniman multimedia dan interdisipliner yang menggunakan berbagai macam teknologi. Bertujuan untuk memberikan potensi kemungkinan kreatif penggunaan semua media dalam visi artistik yang inovatif. Kelima, Virama yakni saat menanti pertunjukan di panggung utama, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan musik, tari, dongeng, dan menikmati aneka hidangan yang dijual pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Load More