Metro.Suara.com - Saat rakyat masih kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), ada saja oknum yang mengambil keuntungan dari permasalahan ini. Seperti penggerebekan yang dilakukan Polda Lampung di sebuah bekas gudang peti kemas, yang dijadikan tempat penimbunan solar.
Lokasinya ada di wilayah Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Pada penggerebekan Jumat kemarin itu, tim Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung menyita lebih kurang 10.000 liter solar yang ditimbun.
Dalam keterangan resminya, Direktur Ditkrimum Polda Lampung Kombes Pol Reynold Hutagalung mengatakan, bersama BBM timbunan itu, polisi juga menyita satu unit truk fuso yang menjadi kendaraan yang memuat 10 ribu liter solar, yang diduga merupakan jenis BBM subsidi itu.
“Total isi tangki iti mencapai 10.000 liter atau 10 ton,” ungkap Reynold dalam keterangan resminya yang dikutip pada Sabtu (3/9/2022).
Dari penggerebekan itu, polisi juga menangkap lima orang tersangka dan langsung dibawa ke Mapolda Lampung. Namun polisi belum bersedia mengungkap identitas para tersangka karena mengaku masih akan mengembangkan kasus penimbunan BBM subsidi itu.
Lebih lanjut Reynold mengatakan motif penimbunan itu adalah menjadikan bekas gudang peti kemas sebagai lokasi pengumpulan hasil pembelian bahan bakar solar bersubsidi dari sejumlah SPBU.
“Penyelidikan sementara, modus penimbunan dengan cara para pelaku membeli solar seperti pada umumnya di beberapa SPBU (kemudian dikumpulkan),” terus Reynold.
Dari satu truk, lanjut Reynold, biasanya bisa memuat maksimal 200 liter. Namun ini bisa menyedot 300 sampai 400 liter bahkan lebih. Hal itu menurutnya karena saluran pengisian BBM nya telah dimodifikasi sehingga tidak masuk ke tanki mobil namun ke tanki penampungan di dalam truk.
Polisi juga menemaukan alat sedot pompa air yang digunakan untuk menyedot solar. Dari perbuatannya yang merugikan masyarakat itu, para pelaku terancam dijerat Pasal 55 UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.
Baca Juga: IPW Sebut Terjadi Tindakan Diskriminatif Jika Putri Tak Ditahan, Sugeng: Usik Rasa Keadilan
Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pada hari ini, Sabtu (3/9/2022), pukul 14.30 WIB sudah mengumumkan bahwa ada kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar dan Pertamax.
Dalam konferensi persnya dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi menyatakan bahwa dinaikkannya harga BBM itu merupakan pilihan terakhir pemerintah untuk mengalihkan subsidi BBM.
“Sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini subsidi akan mengalami penyesuaian,” ungkap Jokowi yang kemudian menyebut bahwa anggaran subsidi pemerintah sudah meningkat 3 kali lipat dri Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun.
Ini jenis BBM subsidi dan nonsubsidi yang mengalami kenaikan harga:
Pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter
Solar dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter
Pertamax nonsubsidi dari Rp12.000 menjadi Rp14.500 per liter. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa