Selain itu, para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Denpasar, Bali, melalui kegiatan ekstrakulikuler berhasil merakit kendaraan atau motor listrik sebagai alternatif kendaraan yang menggunakan BBM.
Motor listrik itu diklaim pihak sekolah lebih hemat dari kendaraan berbahan bakar minyak.
“Biaya perwatan motor bertenaga minyak sekitar Rp300 ribu sebulan. Itu untuk biaya pembersihan karburator, saringan udara, busi, dan ganti oli saja belum beli BBM nya,” papar I Putu Agus Saskara Yoga, selaku pembina ekstrakulikuler motor listrik SMKN 1 Denpasar dikutip pada Minggu (4/9/2022).
Sementara, motor listrik sekali charge bisa mencapai jarak hingga 70 kilometer, dimana biaya hanya Rp3.000 untuk kwh kapasitas 1.000 watt sudah cukup untuk daerah perkotaan. Apalagi motor listrik ini tidak ada perawatan khusus seperti mobil BBM.
Pembuatan atau konversi motor listrik itu menghabiskan biaya hingga Rp15 juta. Jenis motor yang bisa dikonversi pun jenis yang umum seperti motor matik.Sumber energi listrik yang digunakan adalah jenis baterai li-ion serta jenis baterai lainnya yakni lifepo4, lithium polymer, vrla, dan lead acid.
Agus menegaskan, dengan harga tersebut tidak diperlukan lagi biaya yang lainnya, seperti biaya perawatan kendaraan.
“Bagi masyarakat umum yang yang awam pasti mengatakan konversi motor listrik mahal padahal itu adalah investasi di awal. Untuk standar motor listrik saat ini perlu biaya Rp 15 juta, tapi untuk jangka panjang tidak ada biaya perawatan nol service, zero service," ungkap Agus lagi.
Hal yang lebih membanggakan dari karya SMKN 1 Denpasar adalah memiliki ekstrakurikuler motor listrik memakai energi bersih.
Keresahan terhadap kondisi lingkungan yang semakin tercemar itulah, lanjut Agus, merupakan awal mula ide soal konversi motor BBM menjadi motor listrik muncul. Kemudian menjadi awal lahirnya ekstrakurikuler motor listrik SMKN 1 Denpasar di tahun 2021.
Baca Juga: Waspada! Setiap Hari Terjadi Longsor di Jalur Liwa-Krui, Setengah Badan Jalan Tergerus
"Pentingnya menggunakan kendaraan listrik dibanding kendaraan BBM yang berasal dari fosil karena jumlahnya terbatas, dan lambat laun pasti akan habis. Maka solusinya yang perlu dikembangkan saat ini adalah pemakaian energi baru terbarukan," papar Agus.
"Sampai kapan kita akan menggunakan bahan bakar minyak dari fosil, itu akan habis dan menjadi polusi, ke depannya harus ada energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan menjaga alam di Bali khususnya," tambahnya.
Tidak hanya dari jurusan otomotif, ekstrakurikuler motor listrik di sekolah ini melibatkan siswa dari berbagai jurusan. Seperti elektro, multimedia hingga teknik komputer dan jaringan. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Meledak di Indonesia! Film Salmokji: Whispering Water Kalahkan Debut di Korea
-
PSS Sleman Resmi Promosi ke Super League Usai Hancurkan PSIS Semarang 3-0
-
Jacksen F Tiago Dorong Revolusi Sepak Bola Putri usai Suksesnya MLSC Banjarmasin
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Banjir Talenta, Pelatih Kebingungan Pilih Pemain Persiapan All Star dari MLSC Bekasi
-
Gubernur Khofifah Tinjau Peternakan, Pilih Sapi Kualitas Unggul Hampir 1 Ton untuk Kurban Idul Adha
-
Fenomena Awan Pelangi Bikin Heboh, Disebut Aurora Cabang Jonggol
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter, BMKG Minta Warga Pesisir Selat Sunda dan Lebak Berhati-hati
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap