- Polda Riau mengungkap rencana pembunuhan satu keluarga di Rumbai, Pekanbaru, oleh empat pelaku yang memiliki hubungan kerabat.
- Pelaku melakukan aksi kejam pada 29 April terhadap satu korban setelah beberapa kali menyurvei lokasi untuk mencuri.
- Aparat gabungan berhasil menangkap seluruh pelaku dalam waktu singkat setelah mereka melarikan diri ke wilayah Sumatera Utara.
Suara.com - Pengungkapan kasus pembunuhan disertai pencurian di Rumbai, Kota Pekanbaru, memunculkan fakta baru. Aparat dari Polda Riau mengungkap bahwa para pelaku sempat merencanakan aksi yang lebih besar, yakni membunuh satu keluarga.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Hasyim menjelaskan bahwa niat awal pelaku sebenarnya hanya untuk melakukan pencurian, namun berkembang menjadi rencana pembunuhan dalam perjalanan menuju lokasi.
"Rencana awal ingin mencuri, tetapi berkembang ingin membunuh empat orang yang ada di rumah, yakni suami istri dan dua anaknya," jelas Hasyim.
Namun, saat para pelaku tiba di rumah target, hanya korban Dumaris Boru Sitio yang berada di lokasi. Suami dan anak korban diketahui sedang tidak berada di rumah saat kejadian pada Rabu (29/4).
Polisi juga mengungkap bahwa aksi tersebut bukan spontan. Para pelaku telah beberapa kali melakukan survei sebelum hari kejadian. Bahkan, mereka pernah melakukan pencurian di rumah yang sama pada 8 April 2026 dengan hasil sekitar Rp4 juta.
Pelaku utama diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan korban dan pernah tinggal serumah sebelum meninggalkan kediaman tersebut pada 2023.
"Para pelaku datang ke Pekanbaru memang dengan rencana untuk menguras harta korban," ujarnya.
Dalam eksekusi aksinya, korban dipukul menggunakan benda tumpul yang telah dipersiapkan sebelumnya hingga meninggal dunia. Setelah itu, tubuh korban diseret ke kamar mandi untuk menghilangkan jejak.
Selain motif ekonomi dan sakit hati, polisi juga mendalami kemungkinan adanya pengaruh obat-obatan terlarang yang mendorong keberanian pelaku melakukan tindakan tersebut.
Baca Juga: Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
Usai beraksi, para pelaku melarikan diri ke luar daerah dan sempat singgah di sebuah tempat hiburan di wilayah Sumatera Utara. Namun pelarian mereka tidak berlangsung lama.
Aparat gabungan dari Polresta Pekanbaru dan Polda Riau akhirnya berhasil meringkus keempat pelaku dalam waktu singkat setelah kejadian.
Berita Terkait
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
Cium Aroma Rekayasa Kasus Pembunuhan Indramayu, DPR Minta Mabes Polri-Kejagung Turun Tangan
-
Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah
-
Australia Panas, Ratusan Warga Ngamuk Buntut Kematian Kumanjayi Little Baby, Siapa Dia?
-
Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu
-
Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat
-
Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem