- Moh Ali Makrus (33) dilaporkan hilang akibat terseret ombak saat memancing di kawasan Teluk Love, Jember, Selasa (28/4).
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama lima hari di sepanjang pesisir Pantai Payangan, Papuma, dan Watu Ulo.
- Korban ditemukan meninggal dunia tersangkut batu karang sejauh 200 meter dari titik awal kejadian, sehingga operasi resmi ditutup.
Suara.com - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam akibat terseret ombak di Pantai Payangan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu, setelah lima hari pencarian.
Korban diketahui bernama Moh Ali Makrus (33), warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Ia sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing bersama dua rekannya di kawasan belakang Teluk Love pada Selasa (28/4).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Edy Budi Susilo mengatakan korban ditemukan setelah operasi pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur.
"Korban hilang yang terseret ombak ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah lima hari pencarian," kata Edy.
Ia menjelaskan, sebelum kejadian, korban bersama dua rekannya berada di belakang bukit Teluk Love. Saat ombak mulai membesar, rekan korban mengajak berpindah tempat dengan melompat, namun korban tidak sempat menyelamatkan diri.
"Korban tidak sempat meninggalkan tempat tersebut lalu dihantam ombak dari belakang jatuh ke depan dan sempat ditolong oleh temannya, namun ombaknya terlalu besar, sehingga korban hanyut terbawa ombak," tuturnya.
Upaya pencarian dilakukan melalui koordinasi antara BPBD dan Basarnas Pos Jember dengan membagi tim menjadi dua kelompok. Tim pertama menyisir laut menggunakan perahu LCR Basarnas di sepanjang Pantai Papuma, Watu Ulo, dan Payangan. Sementara tim kedua melakukan penyisiran serupa menggunakan perahu LCR milik BPBD di wilayah yang sama.
Setelah beberapa hari pencarian, korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal hilang, dalam kondisi tersangkut di batu karang.
"Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 200 meter dari titik korban jatuh/hilang," katanya.
Baca Juga: Menembus Kabut Silosanen Jember: Perjalanan yang Tak Selamanya Mulus
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu menuju daratan, lalu dibawa ke Puskesmas Ambulu sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Edy menambahkan, proses pencarian sempat terkendala oleh tingginya gelombang laut selatan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup.
"Dengan ditemukan korban pada hari kelima pencarian, maka operasi SAR Payangan resmi untuk ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih," katanya.
Berita Terkait
-
Menembus Kabut Silosanen Jember: Perjalanan yang Tak Selamanya Mulus
-
Mau Nonton Bioskop di Jember? Cek 4 Lokasi Paling Hits dan Nyaman Ini
-
Malam Seru di Kota Cinema Mall Jember, Nonton dan Kuliner yang Tak Terlupakan
-
Cerita dari Alun-Alun Jember: Menemukan Ruang Ternyaman di Tengah Hujan
-
Taman Galaxy Jember: Harmoni Wisata Keluarga, Satwa, dan Taman Bunga
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas