News / Nasional
Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB
Ilustrasi tenggelam (Unsplash/Ian Espinosa)
Baca 10 detik
  • Moh Ali Makrus (33) dilaporkan hilang akibat terseret ombak saat memancing di kawasan Teluk Love, Jember, Selasa (28/4).
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama lima hari di sepanjang pesisir Pantai Payangan, Papuma, dan Watu Ulo.
  • Korban ditemukan meninggal dunia tersangkut batu karang sejauh 200 meter dari titik awal kejadian, sehingga operasi resmi ditutup.

Suara.com - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam akibat terseret ombak di Pantai Payangan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu, setelah lima hari pencarian.

Korban diketahui bernama Moh Ali Makrus (33), warga Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Ia sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing bersama dua rekannya di kawasan belakang Teluk Love pada Selasa (28/4).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Edy Budi Susilo mengatakan korban ditemukan setelah operasi pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur.

"Korban hilang yang terseret ombak ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah lima hari pencarian," kata Edy.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, korban bersama dua rekannya berada di belakang bukit Teluk Love. Saat ombak mulai membesar, rekan korban mengajak berpindah tempat dengan melompat, namun korban tidak sempat menyelamatkan diri.

"Korban tidak sempat meninggalkan tempat tersebut lalu dihantam ombak dari belakang jatuh ke depan dan sempat ditolong oleh temannya, namun ombaknya terlalu besar, sehingga korban hanyut terbawa ombak," tuturnya.

Upaya pencarian dilakukan melalui koordinasi antara BPBD dan Basarnas Pos Jember dengan membagi tim menjadi dua kelompok. Tim pertama menyisir laut menggunakan perahu LCR Basarnas di sepanjang Pantai Papuma, Watu Ulo, dan Payangan. Sementara tim kedua melakukan penyisiran serupa menggunakan perahu LCR milik BPBD di wilayah yang sama.

Setelah beberapa hari pencarian, korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal hilang, dalam kondisi tersangkut di batu karang.

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak sekitar 200 meter dari titik korban jatuh/hilang," katanya.

Baca Juga: Menembus Kabut Silosanen Jember: Perjalanan yang Tak Selamanya Mulus

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu menuju daratan, lalu dibawa ke Puskesmas Ambulu sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Edy menambahkan, proses pencarian sempat terkendala oleh tingginya gelombang laut selatan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup.

"Dengan ditemukan korban pada hari kelima pencarian, maka operasi SAR Payangan resmi untuk ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih," katanya.

Load More