- Presiden Prabowo Subianto bertemu Kepala PPATK di Hambalang pada Minggu untuk mengevaluasi pengawasan aliran dana negara secara rutin.
- Pertemuan tersebut membahas pentingnya pengelolaan anggaran negara yang akuntabel guna memastikan transparansi serta efektivitas bagi kepentingan masyarakat luas.
- Pemerintah berkomitmen memperkuat tata kelola keuangan yang bersih dan bebas korupsi dengan memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Ivan Yustiavandana di Hambalang, Jawa Barat, Minggu, untuk membahas evaluasi transaksi keuangan dan penguatan pengawasan aliran dana negara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berlangsung cukup panjang, mulai siang hingga malam hari. Agenda ini disebut sebagai pertemuan rutin bulanan antara pemerintah dan PPATK.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pembahasan difokuskan pada evaluasi transaksi keuangan serta pengawasan ketat terhadap aliran dana sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi pemerintahan.
Dalam diskusi, pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara yang akuntabel serta berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap anggaran yang bersumber dari uang rakyat harus digunakan secara tepat sasaran dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun tata kelola keuangan negara yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Berita Terkait
-
Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data
-
Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber
-
Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi
-
Bawa Klub Presiden Prabowo Promosi, Widodo Cahyono Putro Justru Kecewa, Ini Alasannya
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu
-
Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat
-
Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional