Metro, Suara.com- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terus mendorong peningkatan kapasitas Pendamping Desa agar selalu siap menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di desa.
Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat membuka acara Training of Trainers (TOT) Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Profesional Regional IV di Golden Boutique Hotel Jakarta Pusat, Senin (05/09/2022).
Acara ini sendiri diikuti 330 peserta yang berasal dari 12 provinsi seperti Kaltim, Kalbar, Sulut, Sulteng, Sulsel, Sultra, Gorontalo, Sulbar, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Semua peserta tersebut selanjutnya akan melatih untuk meningkatkan kapasitas pendamping lokal desa yang ada di seluruh Indonesia.
"Ekspektasi publik terhadap pendamping desa sangat tinggi, seakan-akan bisa menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi warga desa, Nah inilah makanya peningkatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional itu sangat dibutuhkan," kata Gus Halim sapaan akrab Abdul Halim Iskandar.
Gus Halim berkisah, karena ekspektasi yang berlebihan itu, terkadang jika ada oknum Kepala Desa yang terjerat kasus korupsi justru yang disalahkan adalah pendamping desa, karena dianggap tidak bekerja alias lalai mengawasi pemanfaatan dana desa sebagaimana mestinya.
Menurutnya ekspektasi yang berlebihan itu tidak sepenuhnya salah karena memang pendamping desa itu berbeda dengan pendamping lainnya seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang sektoral atau hanya mendampingi kelompok tertentu.
“Pendamping desa lebih generalis terutama pada konteks regulasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Artinya, tidak hanya mendampingi kelompok maupun kegiatan tertentu,”ujarnya.
Oleh karena itu, Gus Halim meminta pendamping desa harus banyak belajar, banyak mencari berita baik di media cetak, TV, maupun online, serta banyak membaca aturan. Pasalnya, saat terjun di lapangan mereka akan menjumpai berbagai persoalan dan diminta sebagai solutor.
"Tenaga pendamping profesional adalah tenaga pendamping yang mendampingi secara totalitas seluruh hal yang terkait dengan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa," tegas Gus Halim.
Baca Juga: Bertemu Sandiaga Ibaf Fabi Tanyakan Potensi Wisata Kota Metro, Ini Jawabannya
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Saham Energi Bersih Dinilai Menjanjikan di Era Transisi Energi
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Lebih Indah dari Dialog di Film, Sheila Dara Janji Tetap Pilih Vidi Aldiano di 10 Ribu Kehidupan
-
Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau
-
Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut
-
Emiten SMRA Sulap 850 Hektare di Gading Serpong Jadi Kawasan Hunian Terpadu
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
5 Tips Membagi Waktu Kunjung ke Rumah Orang Tua dan Mertua saat Lebaran
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS