Metro.Suara.com - Polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan Aipda Ahmad Karnain, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Tersangka yang juga merupakan anggota polisi, Aipda Rudi Suryanto, Pejabat sementara (PS) Kanit Provos Polsek Way Pengubuan.
Menggunakan rompi oranye, tersangka Rudi memeragakan 21 adegan dalam rekonstruksi pembunuhan itu. Dari rekonstruksi terungkap fakta baru, yakni tersangka Rudi yang tadinya mengaku menembak korban dengan spontan, ternyata diketahui sudah merencanakan pembunuhan itu.
Menurut Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya dalam keterangan resminya yang dikutip pada Rabu (7/9/2022) mengatakan, rekonstruksi dilakukan di empat TKP (tempat kejadian perkara).
Berikut kronologi lengkap pembunuhan Aida Ahmad Karnain:
1. Peristiwa pembunuhan bermula saat tersangka yang merupakan Pejabat Sementara Kanit Provos sekaligus Kanit SPKT Polsek Way Pengubuan ditelfon sang istri saat sedang piket di kantornya. Kepada tersangka sang istrinya mengeluhkan sakit demam
2. Tersangka langsung meminta izin untuk pulang pada rekan-rekannya yang lain.
3. Saat diperjalanan, tersangka justru terus teringat wajah korban karena masalah dendam lama.
4. Seharusnya tersangka langsung pulang, ke rumahnya di Desa Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, namun malah membelokkan motor ke arah rumah korban.
5. Korban sempat berhenti di sebuah kebun kosong dan menembakkan sebutir peluru untuk meluapkan emosinya. Hal itu juga dilakukannya untuk mencoba apaka senjatanya berfungsi (dari sini terkuak fakta bahwa pembunuhan itu sudah direncanakan tersangka)
Baca Juga: Siapa Mau Beli Manchester United? Keluarga Glazer Patok Harga 3,75 Miliar Pound
6. Sebelum sampai rumah korban, tersangka sempat mengisi bensin di sebuah SPBU.
7. Begitu sampai di depan rumah korban, tersangka memanggil korban dan begitu mendekat tersangka menembaknya dari luar gerbang.
8. Korban yang tertembak dibagian dada kiri sempat berlari masuk rumah, namun rebah di hadapan istri dan anak-anaknya.
9. Setelah menembak korban, tersangka sempat pergi ke rumah seorang kepala desa untuk membahas bisnis singkong dan curhat masalah hidupnya.
10. Tersangka menceritakan sudah menembak korban pada adik dan istrinya.
11. Tersangka mengaku menembak korban pada atasannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim