Metro, Suara.com- Dari tahun ke tahun jumlah dan persentase penduduk buta aksara di Indonesia terus menurun secara signifikan.Hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2021, angka buta aksara di Indonesia tinggal 1,56 persen atau 2,7 juta orang.
Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan data buta aksara tahun 2020 dengan angka buta aksara 1,71 persen atau sekitar 2,9 juta orang
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Iwan Syahril mengatakan penurunan jumlah penduduk Indonesia yang buta huruf tentu karena adanya program dan layanan pendidikan keaksaraan, baik yang didukung oleh APBN, APBD kabupaten, kota, maupun swadaya masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi pemangku kepentingan bidang literasi, Kemendikbudristek memberikan penghargaan kepada pegiat pendidikan keaksaraan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), publikasi foto dan video keaksaraan serta literasi, serta tulisan praktik baik literasi masyarakat.
Para pegiat keaksaraan yang menerima anugerah pegiat pendidikan keaksaraan adalah Fatmawati Arisudin dari Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat; I Wayan Pasek Sujena dari Kabupaten Karangasem, Bali; dan Ida Mualina dari Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Selanjutnya, Kemendikbudristek juga memberikan apresiasi kepada Taman Bacaan Masyarakat Kreatif Rekreatif. Penerimanya adalah TBM Rumah Lentera dari Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat; Rumah Baca Sahabatku dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur; dan TBM Tunas Ilmu dari Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Kemudian untuk pegiat keaksaraan kategori publikasi foto keaksaraan diberikan kepada Priyo Prasetyo Sigid dari Kabupaten Salatiga, Jawa Tengah; Andi Rafly dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan; dan Jumardi dari Kab Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Selanjutnya kategori publikasi video keaksaraan, penghargaannya diberikan kepada SKB Barito Kuala dari Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kemudian, kategori video literasi masyarakat, penghargan diberikan kepada Indra Maulana dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur; Baiq Keisha Ratu dari Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat; dan Saujana Documentary dari Kab Bandung, Jawa Barat.
Kemudian, apresiasi Foto Literasi Masyarakat diberikan kepada Nita Juniarti dari Aceh Barat Daya, Aceh dan Hanifah Syahidah dari Kota Bogor, Jawa Barat. Apresiasi menulis praktik baik literasi masyarakat diberikan kepada Sidiq Nulhaq dari Kabupaten Lebak, Banten; Redemtus De Sales Ukat dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur; dan Ketfiyah dari Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Di samping itu, Kemendikbudristek juga memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang memiliki komitmen serta kepedulian terhadap berbagai isu terkait keaksaraan dan literasi melalui langkah strategis maupun kebijakan yang inovatif.
Penerimanya, untuk Anugerah Aksara Utama diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah dan Anugerah Aksara Pratama diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Poliwali Mandar, Sulawesi Barat.
Baca Juga: Pemkot Metro Gandeng Berbagai Kalangan Bantu Pelaku UMKM
Sebagai salah satu penerima penghargaan, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri berkomitmen akan secara aktif dan spesifik menuntaskan buta aksara di wilayahnya. Ia menuturkan, sejumlah program strategis akan dilaksanakan untuk mengurangi buta aksara di Kabupaten Lombok Tengah yang dimulai dari proses perencanaan dan penganggaran yang terus meningkat dan melibatkan lintas sektoral.
“Rata-rata penduduk buta aksara yang dibelajarkan di Lombok Tengah per tahun sebanyak 3.531 orang. Segala ikhtiar akan terus kita lakukan. Hari Aksara Internasional juga bisa kita maknai sebagai sebuah simbol dalam mengutuk kebodohan dalam berpikir,” urainya.
Lalu mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah akan senantiasa bertekad disertai ikhtiar melalui berbagai macam intervensi kebijakan untuk secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa. “Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut, tentu saja linier dengan kebijakan yang secara langsung mendorong tumbuhnya masyarakat yang melek aksara dan akrab dengan dunia literasi,” paparnya.
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan