Metro, Suara,com- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdbudristek) telah menyiapkan rangkaian kegiatan bagi para delegasi G20 dan masyarakat umum yang melibatkan beragam unsur budaya Indonesia.
Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek selaku Koordinator Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan G20 dalam temu media, di Yogyakarta, Minggu (11/9) secara luring mengatakan bahwa adanya unsur budaya ini, diharapkan dapat menunjukkan filosofi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat diselaraskan dengan kehidupan saat ini.
Rangkaian pertemuan G20 bidang Kebudayaan ini, lanjut Hilmar, merupakan sebuah peristiwa penting dalam konteks pembangunan budaya. Terlebih Kemendikbudristek juga mendorong akselerasi pemberdayaan dan perkembangan ekonomi berbasis seni dan budaya melalui Dana Global untuk Pemulihan Seni dan Budaya (Global Arts and Culture Recovery Fund/GACRF), yang merupakan inisiatif Indonesia pada presidensi G20 bidang Kebudayaan ini.
“Pengembangan budaya tidak hanya menyangkut artefak atau benda budaya, tetapi juga para pelaku atau seniman budaya yang menciptakan, merawat, dan melestarikannya. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pengambil keputusan sektor budaya, khususnya negara-negara G20, untuk mendengarkan suara dan aspirasi para praktisi budaya, dan mencapai sebuah kebijakan yang mencerminkan aspirasi masyarakat,” tambah Hilmar.
Berbagai kegiatan seni dan budaya yang akan diselenggarakan Kemendikbudristek meliputi Ruwat Nusantara, Dialog Budaya Spiritual, Kirab Budaya Ritus Bangun Tuwuh, dan Lampah Lakuning Jantra sebagai pembuka jalannya Rapat Raksasa, Orkestra Borobudur G20 yang menampilkan musisi tanah air dan negara-negara G20, serta Ruwatan Bumi yang melibatkan masyarakat adat dan seniman dari berbagai daerah di Indonesia sebagai puncak acara yang dilangsungkan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
"Harapannya, melalui rangkaian kegiatan G20 bidang Kebudayaan ini, Indonesia dapat mempertegas peran penting budaya dalam mencapai bumi lestari. Hal ini dapat dicapai dengan aksi nyata agar praktik hidup berkelanjutan dapat mendukung pemulihan perekonomian,” jelas Hilmar.
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen
-
Bupati Kuansing Minta Land Cruiser Baru, Padahal Sudah Punya Dua Seri Lawas
-
Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan
-
Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Usut Meninggalnya 5 Calon Manajer Kopdes
-
9 Rekomendasi Lipstik Murah Terbaik untuk Bibir Hitam, Mulai Rp20 Ribu
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
2,35 Juta Nasabah PNM Mekaar Naik Kelas, Bukti Nyata Manfaat Pembiayaan dan Pemberdayaan
-
Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Siswa Disabilitas Psikososial Diduga Didiskriminasi Sekolah