Metro, Suara,com- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim berbagi pengalaman hidup dan karir kepada lebih dari 120 mahasiswa Indonesia di Boston, Amerika Serikat (AS), (20/9/2022).
Pertemuan yang digelar di Massachusetts Institute of Technology ini dihadiri perwakilan mahasiswa Indonesia dari Harvard University, Boston University, Northeastern University, Berklee College of Music, Babson College, Boston College, UMass Boston, UMass Lowell, Bentley University, Worcester Polytechnic Institute, Clark University, Tufts University, Bunker Hill Community College, University of New Hampshire, Brown University, dan John Hopkins University.
“Nadiem mengatakan bahwa mahasiswa Indonesia perlu mengetahui transformasi yang sedang terjadi di Indonesia. Sebagai contoh, delapan dari 22 episode Merdeka Belajar berfokus pada transformasi pendidikan tinggi.
"Tim Kemendikbudristek terus berupaya menghilangkan sekat antara dunia akademis dan industri agar lulusan Indonesia lebih relevan dan berdaya saing,” kata Nadiem.
Usai memberi presentasi acara dilanjutkan dengan sesi ask me anything, di mana mahasiswa bebas bertanya apa saja kepada Menteri Nadiem. Safira, mahasiswa Harvard Kennedy School bertanya tentang bagaimana Nadiem sebagai anak muda dapat menavigasi tantangan yang ditemui, dari sektor swasta ke sektor publik.
“Nasihat pertama, sabar. Jangan khawatir. Karena yang kelihatannya tidak bergerak, lama-lama hasilnya pasti kelihatan. Saya mengalami sendiri pada dua tahun pertama menjabat sebagai menteri. Tahun ketiga, mulai terlihat hasilnya,” jelas Mendikbudristek.
Menurutnya secara realistis, hasil dari transformasi pendidikan di negara-negara lain pun baru terlihat setidaknya 10 tahun kemudian. Hal terpenting adalah kita sudah memulai transformasi tersebut.
Platform Kampus Merdeka yang membuka ribuan peluang bagi mahasiswa dan industri saja misalnya, sejak diluncurkan sampai saat ini telah dimanfaatkan lebih dari 724 ribu mahasiswa. 2.700 perusahaan dan lembaga nirlaba pun membuka kesempatan riset, magang, dan lain sebagainya kepada lebih dari 123 ribu mahasiswa.
Suhandi, mahasiswa Boston University School of Education menyampaikan masukan terkait kesejahteraan guru. Mendikbudristek menanggapi bahwa jajarannya selalu mengedepankan suara guru.
Baca Juga: Bandar Lampung Terus Bersiap Menuju Smart City
“Soal guru honorer merupakan masalah yang sudah lama sehingga langsung menjadi salah satu prioritas utama ketika saya menjabat. Tahun lalu sekitar 300 ribu guru honorer telah menjadi ASN PPPK. Tahun ini sekitar 300 ribu pun akan diangkat menjadi ASN PPPK,” terang Nadiem.
Suhandi juga menyinggung soal kesulitan kawannya yang seorang guru untuk mendapatkan gaji karena belum melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Kami sudah berupaya keras agar mulai tahun ini guru dapat memperoleh tunjangan meskipun belum mendapatkan sertifikat PPG. Namun, niatan yang kami tuangkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional tersebut harus ditunda pembahasannya, jadi apa boleh buat.”
Di akhir pertemuan Nadiem berpesan bahwa setiap perubahan selalu mengundang resistensi.
"Kalau dalam suatu kepemimpinan tidak ada yang protes, jangan-jangan kamu belum melakukan apa- apa. Yang penting hati kita tulus dan kinerja kita bagus,”pungkasnya.
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional