- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa heran penjualan mobil Indonesia sekitar 800 ribu unit menyamai Malaysia.
- Pelaku industri otomotif menyatakan investasi buruk dan pertumbuhan ekonomi lambat di bawah lima persen jadi penyebab.
- Purbaya meminta dukungan pelaku industri untuk memperbaiki iklim investasi agar ekonomi tumbuh dan penjualan mobil meningkat.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan angka penjualan mobil di Indonesia yang bisa disamakan dengan Malaysia. Padahal jumlah penduduk RI lima kali lipat lebih banyak dari negeri jiran.
Menkeu Purbaya mengatakan kalau angka penjualan mobil di Indonesia ada di sekitar 800 ribu. Namun RI pernah mencatatkan penjualan tertinggi hingga 1 juta unit mobil.
"Kita sama Malaysia penduduknya lima kali lipat, tapi penjualan mobilnya sama sekitar 800 ribu. Kita sempat 1 juta tapi abis itu turun ya," katanya dalam acara GIIAS 2026, dikutip Kamis (6/8/2026).
Berdasarkan keterangan dari pelaku industri otomotif, Purbaya mengatakan kalau investasi di Indonesia terbilang jelek. Hal itulah yang menyebabkan penjualan mobil tanah air terbilang rendah.
Untuk mengatasinya, Purbaya meminta para pelaku industri untuk mendatanginya. Dengan itu iklim investasi bisa diperbaiki.
Bendahara Negara juga menambahkan kalau persoalan itu bukan hanya dari iklim investasi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi RI memang relatif lambat dalam beberapa tahun terakhir.
"Tapi saya rasa bukan itu saja. Karena setelah krisis, ekonomi kita memang tumbuh lambat. Bahkan dari tahun 2015 hingga tahun 2024, ekonomi kita tumbuh di bawah 5 persen. Jadi itu yang kita perbaiki," papar dia.
Apabila ekonominya tumbuh cepat, Purbaya mengatakan kalau masyarakat bisa memiliki uang lebih banyak. Permintaan terhadap mobil pun bisa naik.
"Orang yang bisa beli mobil makin banyak. Jadi Anda dukung saya untuk itu," jelas Purbaya.