/
Jum'at, 23 September 2022 | 18:19 WIB
Ilustrasi tersangka. ((pixabay/Tumisu))

Metro.Suara.com - Penangkapan seorang pengedar narkoba di Lampung Utara, pada Rabu malam kemarin, berlangsung mencekam. Polisi dari Polres Lampung Utara diserang sejumlah orang di dekat Stasiun Kereta Api Blambangan Pagar.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Eko Rendi Oktama, dalam pernyataan resminya yang dikutip pada Jumat (23/9/2022) mengatakan, akibat serangan itu pengedar narkoba yang sudah ditangkap itu kabur saat sudah ditangkap di dekat stasiun.

“(Serangan) Mereka juga menjadi penyebab kaburnya pelaku pengedar sabu, yang sudah diamankan petugas di dekat stasiun," ungkap Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan, penyerangan itu terjadi sesaat setelah polisi menangkap seorang pengedar narkoba di wilayah itu. Namun, tiba-tiba datang massa di sekitar lokasi yang terprovokasi, lantaran pelaku yang ditangkap berteriak-teriak.

Melihat situasi yang tidak kondusif, petugas kemudian membawa pelaku ke Stasiun KA Blambangan Pagar, namun massa memaksa untuk melepaskannya. Selain itu, kata Eko, massa juga melempari kaca stasiun dengan batu di sekitaran rel kereta.

“Untuk menghindari jatuhnya korban, kami menarik mundur anggota,” ungkap Eko.

Setelah pelaku narkoba kabur, polisi bergerak menangkap para pelaku penyerangan dan pengrusakan stasiun. Akhirnya polisi menangkap enam orang penyerang, yakni SR (28), OK (21), YR (24), FG (28), BR (40), dan R (31). Mereka masih diperiksa si kantor polisi untuk mengungkap pelaku lainnya.

Meski pelaku narkoba kabur, polisi bisa menyita barang bukti sebanyak lima paket sabu seberat 0,70 gram, tiga plastik klip bening kecil bekas pakai, dua plastik klip besar bekas pakai, uang tunai Rp432 ribu, satu kotak rokok, dompet. Polisi juga kembali mengejar pengedar narkoba yang identitasnya sudah diketahui itu. (*)

Baca Juga: Mahfud Sebut Sering Dapat Opini WTP Tidak Jamin Bebas Korupsi, Papua Jadi Contoh

Load More