/
Jum'at, 23 September 2022 | 19:11 WIB
Pohon tumbang di kawasan Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung. (*) (Istimewa)

Metro.Suara.com - Memasuki peralihan musim penghujan dan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya bencana alam akibat cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, menyatakan sudah siap siaga.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bandar Lampung, Akrom, mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiagakan hingga 180 personel setiap hari. Mereka akan berjaga secara bergantian selama 24 jam penuh.

“Berbagai peralatan seperti mobil penyelamatan, perahu karet, hingga truk evakuasi juga sudah disiagakan,” ungkap Akrom dalam pernyataan resminya yang dikutip pada Jumat (23/9/2022).

Kesiapsiagaan itu, lanjutnya, sebagai bentuk antisipasi terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin puting beliung. Wilayah pesisir yang kerap dilanda banjir rob juga menjadi perhatian serius BPBD.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari BPBD Bandar Lampung, bencana alam sampai menjelang akhir September 2022 ini meliputi banjir dua kali, tanah longsor dua kali dan sembilan kali pohon tumbang.

BPBD juga telah memetakan titik-titik daerah rawan bencana banjir seperti di Kecamatan Rajabasa, Teluk Betung Selatan, Kedamaian Kecamatan Sukarame, Sukabumi, Panjang, Teluk Betung Timur, dan Bumi Waras.

Sedangkan untuk daerah rawan longsor ada di lima titik yang ada di Kecamatan Panjang, Kedaton, Tanjung Karang Pusat dan Langkapura.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim penghujan di Lampung mulai terjadi pada akhir September hingga puncaknya pada Desember 2022 mendatang. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan menjaga lingkungannya. (*)

Baca Juga: Polisi Diserang Sejumlah Orang Saat Tangkap Pengedar Sabu di Lampura

Load More