/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 08:00 WIB
269 Inovator Digital Daftar Untuk Dukung UMKM Go Digital (KemenkopUKM)

Metro, Suara.com- Ajang Pahlawan Digital UMKM kembali dilangsungkan tahun ini sebagai program kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dengan Staf Khusus Presiden Putri Tanjung.

Ajang yang bertujuan untuk mencari inovator digital yang berkomitmen membantu para pelaku UMKM naik kelas dan lebih berdaya dengan berbagai inovasi dan solusi digital.Pahlawan Digital UMKM tahun ini didukung penuh oleh GoTo, BRI, Telkomsel, Grab, dan VIDA.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki bersama Putri Tanjung mengumumkan 20 besar peserta dalam acara Kick Off Pahlawan Digital UMKM 2022: ‘Merayakan Transformasi Digital UMKM Indonesia’ pada Senin (3/10).

Sejak pendaftaran dibuka pada 29 Agustus 2022, sebanyak 269 inovator digital turut mendaftar untuk menjadi Pahlawan Digital UMKM 2022. Pendaftar berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jabodetabek, daerah-daerah lain di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi. Dari total inovator digital yang mendaftar, lebih dari 60 persen persen berasal dari luar Jabodetabek.

Teten Masduki mengatakan, ajang Pahlawan Digital UMKM mencari anak-anak muda inovatif yang bisa mengembangkan teknologi untuk mendongkrak UMKM naik kelas dengan bertransformasi digital.

“Kenapa identik dengan anak muda? Karena digitalisasi itu butuh percepatan, anak muda mampu mengakselerasi kecepatan dalam membantu UMKM mengadopsinya. Dan hal ini memang banyak dilakukan oleh anak muda. Terbukti saat pandemi, aplikasi digital anak muda banyak membantu UMKM mencari solusi dari keterpurukan pandemi,” ucapnya dalam dialog sekaligus memberikan arahan.

Teten mengatakan, setidaknya sudah ada 20,24 juta UMKM telah onboarding digital per Agustus 2022, bertambah 12,24 juta sejak awal pandemi atau 31,1 persen dari total populasi UMKM, atau 67,4 persen dari target 30 juta UMKM onboarding ke ekosistem digital pada 2024.

“Digital ekonomi Indonesia ini diprediksi besar sekali, diproyeksi mencapai angka Rp 4.531 triliun pada 2030, potensi terbesar di Asia Tenggara. Jangan sampai potensi ekonomi digital ini justru didominasi produk dari luar,” kata Teten.

KemenKopUKM melalui ajang Pahlawan Digital ingin melindungi UMKM termasuk industri. Bagaimana Pemerintah membuat kebijakan agar para pegiat digital ini bukan hanya untuk keuntungan ekonomi semata, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat, terutama UMKM.

Baca Juga: Lewat Kreasi Multimedia, The Fox The Folks Harumkan Indonesia di Pentas Global

Digitalisasi, kata MenKopUKM, bukan hanya marketplace, tetapi juga social commerce, games commerce, TV commerce, dan lainnya, di mana hal ini belum banyak diatur oleh Pemerintah.

“Digitalisasi itu luas sekali, bahkan bisa mencakup dari hulu ke hilir bisnis UMKM,” kata Teten.

“Demografi kita ini sekitar 60 persennya di-address oleh oleh anak muda. Tanggal 10 November nanti merupakan Hari Pahlawan, saya harap nanti akan muncul pahlawan baru dari Pahlawan Digital ini,” katanya.

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah kemudian menyampaikan tiga poin substansi yang menjadi latar belakang pentingnya penyelenggaraan Pahlawan Digital UMKM 2022.

“Pertama, disahkannya Perpres Nomor 2 Tahun 2022 mengenai Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Kedua, menghadirkan UMKM Indonesia dalam ekosistem digital dalam upaya percepatan target 30 juta UMKM onboarding digital tahun 2024 serta memaksimalkan potensi ekonomi digital yang tercipta. Ketiga, menemukan para pahlawan digital, agregator/enabler/konsolidator dalam pemanfaatan teknologi digital bagi koperasi dan UMKM untuk menjadi mitra strategis pemerintah,” kata Siti Azizah.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden sekaligus inisiator Pahlawan Digital UMKM Putri Tanjung mengapresiasi banyaknya inovator digital yang telah mendaftar untuk mendukung para pelaku UMKM masuk ke dunia digital. Hal ini membuktikan bahwa banyak inovator digital yang peduli untuk mendorong pertumbuhan transformasi digital UMKM Indonesia.

Load More