Metro, Suara.com- Presiden International Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco menyatakan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan.
Menurutnya setelah pandemi Covid-19 kini dunia dihadapkan dengan berbagai konsekuensi global yang diakibatkan oleh peperangan di Ukraina. Karenanya, sudah saatnya parlemen berpartisipasi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Hal tersebut disampaikan Pacheco di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (6/20/2022).
Pacheco mendorong delegasi yang hadir untuk mencari cara untuk menghormati dan mengkonsolidasikan sistem tata internasional berdasarkan aturan untuk mencapai perdamaian agar dapat memenuhi kebutuhan dan harapan rakyat. Ia juga kembali mengingatkan para delegasi yang hadir mengenai kesepakatan yang ada pada Konferensi Ke-5 yang dilakukan di Vienna satu tahun lalu.
“Kurang lebih satu tahun yang lalu kita semua bertemu di Vienna untuk konferensi ke-lima ketua-ketua parlemen dunia dan kita bersepakat bahwa kita akan mengambil peran kepemimpinan parlemen untuk multilateralisme yang lebih efektif, yang membawa perdamaian dan pembangunan berkelanjutan untuk manusia dan untuk planet,” ungkap Pacheco.
Pacheco mengharapkan Parlemen harus menunjukkan kepada rakyat mengenai keseriusan dalam menjalankan komitmen, bukan hanya lewat kata dan janji semata. Parlemen harus memberikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat, kehidupan yang lebih bermartabat bebas dari ketakutan, bebas dari perang. Apabila tujuan tercapai, sejarah akan melihat dan mencatat keberhasilan upaya kolektif periode ini.
“Saya ingin menyampaikan dengan jelas dan bahwa tidak akan ada perdamaian tanpa pembangunan dan tidak ada pembangunan tanpa perdamaian dan tidak akan ada perbedaan untuk pembangunan berkelanjutan tanpa penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental,” imbuhnya.
IPU sebagai organisasi-organisasi global dari parlemen-parlemen global, siap untuk menjalankan kewajibannya. IPU memiliki strategi-strategi baru dengan fokus untuk membangun parlemen yang kuat dan fokus dan memastikan akuntabilitas di semua tingkatan dengan bekerjasama dengan anggota-anggota.
IPU telah mengembangkan perangkat-perangkat dengan kriteria-kriteria untuk memajukan tata Kelola yang demokratis, kesetaraan gender, partisipasi anak muda dalam politik dan juga keterlibatan publik dalam kerja-kerja parlemen dan juga berinvestasi pada waktu dan energi dalam mengembangkan dimensi parlementer dari tata kelola global.
“Jadi kita memiliki komitmen internasional dan saya ingin tekankan kembali, kita memiliki tanggung jawab dan harus menerapkan strategi ini, ini adalah suatu cara yang terbaik untuk mencapai tujuan kita untuk menghadapi tantangan Global yang ada saat ini. Saya berharap bahwa kita dapat memperkuat parlemen dan kita juga dapat menyatakan komitmen parlemen dan menjalankan fungsi anggaran dan pengawasan kita dalam proses G20,” ucapnya.
Baca Juga: P20 Dorong Peningkatan Keterlibatan Perempuan di Dunia Politik
Pacheco juga yakin bahwa kehadiran delegasi itu dapat memenuhi tujuan dan visi G20. Sekarang adalah saatnya untuk bertindak dan menunjukkan bahwa Parlemen bertanggung jawab bersama-sama dengan pemerintahan untuk mencapai kesuksesan.
“Kami akan terus mendukung semua upaya dan pembahasan permasalahan, kami bukan hanya disini untuk berdiskusi tapi juga untuk memutuskan dan mengambil langkah-langkah nyata untuk mencapai pemulihan berkelanjutan,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Nestapa Peternak Ayam Petelur di Magetan: Pakan Mencekik, Hasil Ternak Jadi Pajangan Gudang
-
Hasil Piala Dunia 2026: Vinicius Junior Menggila, Brasil Gilas Skotlandia
-
6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa
-
Calon Atlet Tinju PON Lampung Dikeroyok Saat Hendak Latihan, 3 Pelaku Ditangkap
-
Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Huawei MatePad Mini Resmi Meluncur, Tablet Mini Tertipis dan Teringan Dibanderol Rp8,9 Juta
-
Ramalan Zodiak Kamis 25 Juni 2026: Cancer, Virgo, dan Capricorn Beruntung Besar Hari Ini!
-
Hasil Piala Dunia 2026: Bosnia Jaga Asa ke 32 Besar dan Singkirkan Qatar
-
Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial