Metro, Suara.com- Kopi Lampung Begawi 2022 yang digelar di Sarinah, Jakarta, 8-9 Oktober 2022 ditujukan untuk memperkenalkan berbagai merek kopi robusta asal Lampung kepada masyarakat luas.
Acara bertajuk ”Robusta Lampung Membangun Negeri” tersebut selain menampilkan pameran produk juga melibatkan para pelaku usaha kopi juga bisa mengikuti kurasi kopi untuk perbaikan kualitas produk.Hal ini merupakan bentuk upaya Pemerintah Provinsi Lampung membangkitkan kreativitas dan inovasi para pelaku usaha kopi.
10 top 10 Brand Kopi Bubuk Robusta Lampung yang diumumkan pada event Kick Off Kopi Lampung Begawi Tahun 2022 beberapa hari sebelumnya juga dilibatkan dalam acara di Sarinah. Kesepuluh merk kopi robusta Lampung tersebut ialah Koptan, Mowning, Tugu Liwa, Naire, Kopi 49, De' Lampoeng Coffe, Blikopi, DR. Koffie, Ratuluwak, Lambarco.
Gelaran Pameran Kopi Lampung Begawi 2022 di Sarinah menghadirkan produk kopi bubuk dari Kabupaten/Kota dan Instansi Pembina IKM, Ngobrol Kopi (NgoPi) Robusta Lampung, Robusta Lampung Car Free Day, Bagi Kopi Gratis, Bedah Resep Signature Robusta Lampung, Temu Bisnis Kopi antara Petani Kopi dengan Coffee Shop di Jakarta, dan IKM dengan APRINDO, Seremoni Puncak Perayaan Kopi Lampung Begawi Tahun 2022.
Lampung sendiri merupakan salah satu provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Pada tahun 2022 Lampung menyumbang 118.000 ton dari total produksi kopi di Indonesia sebesar 774.600 ton. Lampung sendiri merupakan penyumbang terbesar kedua setelah Provinsi Sumatera Selatan.
Luas area lahan kopi di Provinsi Lampung mencapai 156.918 hektare, dengan jumlah petani sekeliling 142.511 orang .Pada tahun 2022 diproyeksikan produksi kopi mencapai 200 ribu ton.Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagaimana di sektor hulu para petani kopi dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar.
Terlebih data dari International Coffee Organization (ICO) menyebut bahwa konsumsi kopi dalam negeri Indonesia pada periode tahun 2019-2020 sebanyak 288 ribu ton menjadi 300 ribu ton pada tahun 2020-2021, atau meningkat lebih dari 4%. Konsumsi kopi dalam negeri diprediksi akan terus meningkat seiring dengan semakin luasnya segmen pasar kopi di Indonesia.
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan