/
Kamis, 13 Oktober 2022 | 12:17 WIB
Mendag Luncurkan Logo Jakarta Muslim Fashion Week (Kemendag)

Metro, Suara.com- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa sektor ekonomi syariah  termasuk industri fesyen muslim menjadi salah satu alternatif untuk bertahan di tengah tantangan krisis global dan berharap Indonesia bisa menjadi pusat industri busana muslim sejagat.

Hal tersebut disampaikannya saat peluncuran logo Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) secara simbolis di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/10).

Zulkifli Hasan berharap logo JMFW semakin menggaungkan gelaran JMFW 2023 yang diagendakan berlangsung pada 20—22 Oktober 2022 di ICE BSD, Tangerang, Banten, bertepatan dengan pelaksanaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37.

“Logo JMFW diharapkan dapat menjadi wajah baru modest fashionIndonesia sehingga dapat semakin memperkuat produk fesyen muslim Indonesia di kancah internasional,”kata Zulkifli Hasan.

Menurutnya  saat ini penerapan ekonomi syariah telah menjadi sebuah kompetisi antarnegara. Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia berpeluang menjadi pelaku utama pada industri modest fashion. 

“Tentunya, Indonesia tidak ingin tertinggal dalam persaingan di kancah internasional tersebut,”tambahnya.

Kementerian Perdagangan bersama mitra strategis lainnya bekerja sama mengembangkan dan mempromosikanmodest fashiondi dalam dan luar negeri melalui sebuah ekosistem yang disebut JMFW.

JMFW akan mengolaborasikan kementerian, lembaga, akademisi, desainer, asosiasi, industri fesyen, industri penunjang seperti kosmetik, aksesori, dan alas kaki, serta media.

“Sektor ini potensinya besar. Indonesia memiliki sumber daya manusia yang luar biasa, desainer-desainer muda bertalenta. Saya percaya diri, kita bisa melakukannya, dan kita bisa tembus pasar internasional,”kata Mendag. 
 

Baca Juga: Pelaku Ekraf Didorong Kolaborasi Ditengah Tantangan Inflasi

Load More