Metro, Suara.com- Asisten Direktur Perpustakaan Nasional Filipina, Edgardo Quiros menyampaikan program Perpustakaan Nasional bagi Penyandang Tunanetra yang dilakukan di Filipina.
Hal tersebut disampaikannya dalam The 28th General Conference of Directors of National Libraries in Asia and Oceania (CDNLAO) yang digelar di Jakarta 24-27 Oktober 2022.
Edgardo menjelaskan upaya yang telah dilakukan Filipina dalam menjalankan program tersebut antara lain mereproduksi buku menjadi braille, cetakan besar, dan buku audio. Pihaknya semakin melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh para pemustaka berkebutuhan khusus.
Selain itu, pelatihan serta advokasi akan kesadaran disabilitas juga diberikan kepada seluruh pegawai agar mampu memberikan pelayanan prima kepada pemustaka.
“Kami memberikan pelatihan kepada para pegawai tentang bagaimana menangani pemustaka berkebutuhan khusus, misalnya seperti cara untuk membantu dan berbicara dengan mereka,” terangnya.
Ia menambahkan selain di Perpustakaan Nasional Filipina, program tersebut juga mulai dikembangkan di perpustakaan publik yang ada di Filipina. Disamping perpustakaan yang memberikan layanan secara fisik, Filipina juga mulai mejajaki literasi digital dan program membaca.
Mengapa program membaca? Hal ini berkaitan dengan kasus yang dihadapi perpustakaan publik kota Antipolo, di mana orang dewasa di sana tidak memiliki kemampuan untuk membaca dengan benar. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari walikota dan didanai oleh pemerintah kota.
“Kami berkolaborasi dengan Departemen Pendidikan yang memiliki program pendidikan untuk mulai mengajari orang dewasa membaca, setelah itu dilanjutkan untuk mengajarkan anak-anak,” jelasnya.
Menurutnya sulit untuk menjalankan perpustakaan apabila masyarakatnya tidak dapat membaca karena cara untuk mendapatkan informasi dari bahan bacaan adalah dengan membaca.
Baca Juga: Di Forum Perpustakaan Jalur Sutra,Kepala Perpusnas Paparkan Transformasi Perpustakaan Digital
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
-
Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?
-
Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal
-
'Perempuan di Titik Nol': Kisah Luka, Perlawanan, dan Harga Diri Perempuan di Masyarakat
-
Bos Volkswagen Akui Industri Otomotif China Lebih Unggul dan Terencana di Tengah Gelombang PHK
-
4 Rekomendasi HP Infinix Baterai Jumbo Paling Murah yang Tahan Lebih dari Dua Hari
-
Respons Jay Idzes Jelang Dilatih John Herdman, Tebar Optimisme ke Timnas Indonesia
-
Huawei Watch GT Runner 2 Meluncur Global: Smartwatch Ringan dengan Fitur Lari Canggih
-
Sang Kakak Ungkap Pertimbangan Jenazah Cucu Mpok Nori Ditumpuk