/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 00:30 WIB
Peresmian Pameran “Swara Iboe: Dari Nurani Untuk Bangsa” di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta. (Kemendikbud)

Metro, Suara.com- Museum Sumpah Pemuda Jakarta menggelar  pameran bertajuk “Swara Iboe: Dari Nurani untuk Bangsa.” 28 Oktober hingga 27 November 2022.

Kepala Museum Sumpah Pemuda Titik Umi Kurniawati menjelaskan bahwa pameran ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94.

"Museum Sumpah Pemuda menggelar serangkaian acara, mulai dari upacara, pameran ‘Swara Iboe: Dari Nurani untuk Bangsa’, hingga Festival Pemuda yang diisi beragam acara, antara lain pemutaran film, lintas sejarah, belajar membatik, belajar bahasa isyarat, dan lainnya,"jelasnya.

Pameran “Swara Iboe: Dari Nurani untuk Bangsa” ini sendiri menyuguhkan linimasa sejarah perempuan Indonesia dari zaman jauh sebelum kemerdekaan hingga kini.

"Pameran ini mengangkat sosok-sosok perempuan yang berjuang untuk Indonesia, di antaranya R.A. Kartini, Dewi Sartika, tokoh pergerakan perempuan Indonesia Emma Poeradiredja, ketua pertama dari organisasi Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) Sri Mangunsarkoro, menteri perempuan pertama Indonesia Maria Ulfah, aktivis dan buruh pabrik Marsinah, seniman lukis perempuan Indonesia Emiria Soenassa, hingga peraih medali emas Indonesia pertama Olimpiade Susi Susanti.,"jelasnya.

Titik mengungkapkan bahwa perempuan dalam sejarah Indonesia memiliki peran yang amat penting. Sebagaimana yang direfleksikan oleh R.A. Kartini melalui surat-suratnya yang berbicara tentang nasib kaumnya yang tertindas. Peristiwa Ikrar Sumpah Pemuda yang lahir melalui sebuah kongres pada 27 – 28 Oktober 1928 berbicara mengenai peran perempuan dan hak-haknya, serta ungkapan kebangsaan yang tak terlupakan.

"Suara kaum perempuan tak pernah berhenti sampai di mana kita sering mengenangnya saat peringatan hari ibu atau hari lahir R.A. Kartini. Ia melintasi zaman, warna – warni terungkap lewat kata dan perbuatan,"ungkapnya.

Sementara itu Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Judi Wahjudin mengapresiasi pameran “Swara Iboe: Dari Nurani untuk Bangsa.” Pasalnya, dari tahun ke tahun masyarakat acapkali melihat peristiwa Sumpah Pemuda hanya dari sudut pemudanya.

“Kita lupa bahwa suatu organisasi ada juga anggota putrinya. Dalam ikrar Sumpah Pemuda pun begitu jelas ada kalimat ‘Kami Putra dan Putri’. Dengan demikian, menjadi kontekstual dan penting bagimana kita melihat seorang pemudi, seorang ibu, seorang perempuan, memberikan kontribusi yang luar biasa tidak hanya pada masa kemerdekaan, tapi jauh sebelumnya, seperti pada masa Sumpah Pemuda, banyak tokoh pemudi yang patut kita apresiasi,” ungkap Judi Wahjudin pada pembukaan pameran “Swara Iboe: Dari Nurani untuk Bangsa”, di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta (28/10/2022)

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Museum Sumpah Pemuda, Saksi Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Ia juga berharap, apa yang disajikan dalam pameran yang mengangkat kiprah dan perjuangan perempuan dari zaman sebelum kemerdekaan hingga pasca merdeka ini dapat menjadi inspirasi dan suri tauladan bagi semua.

Load More