Metro, Suara.com- Mengawali tahun 2023, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Metro memulai revitalisasi tahap pertama Rumah Asisten Wedana Metro, Senin (2/1/2023).
Siti Rogayati Seprita dari TACB Metro mengatakan terkait revitalisasi tahap pertama yang dilakukan di halaman belakang pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BPKAD Metro selaku pemilik aset terkait rencana revitalisasi.
"Kita sengaja mulai di awal Tahun 2023 untuk memberikan pesan bahwa pelestarian cagar budaya harus segera dilakukan, terkait perbaikan pada bangunan utama kita masih menunggu studi teknis dan perencanaan yang akan dilakukan Dinas PUTR Metro pada tahun 2023,"jelasnya.
Revitalisasi Rumah Asisten Wedana rencananya dimulai dengan merubuhkan bangunan tambahan yang telah rusak agar nanti halaman yang direvitalisasi tampak dari jalan utama.
"Yang dirubuhkan adalah bangunan tambahan bukan bangunan cagar budaya agar tidak terjadi salah paham, jadi nanti pintu masuk utama akan dari arah depan tidak lagi melalui Kelurahan Imopuro atau dari samping gedung Sesat,"ungkapnya.
Seprtita menambankan bahwa biaya revitalisasi tahap awal ini merupakan sumbangan warga dari berbagai kalangan.
"Ada arsitek yang menyumbangkan gambar dan dana, ada dokter, warga biasa, akademisi,politisi, semua bersama-sama untuk merevitalisasi cagar budaya yang ada di Kota Metro,"ungkapnya.
Selain itu sejumlah kalangan juga menurutnya telah berkomitmen untuk ikut terlibat dalam revitalisasi tahap pertama ini.
"Ada dari BNI, beberapa OPD , Perusahaan Provider penyedia internet, aparat penegak hukum dan mudah-mudahan masih akan terus bertambah seiring waktu,"jelasnya.
Baca Juga: Rumah Asisten Wedana dan Sejarah Kota Metro
Ia juga mengajak Warga Metro untuk bersama-sama ikut berkontribusi dan mengambil peran dalam upaya pelestarian cagar budaya yang ada di Kota Metro.
"Kontribusi bisa diberikan dalam berbagai bentuk mulai dari pikiran, tenaga, dana atau bahan-bahan material,"ujarnya.
Sementara itu Andi Setiono arsitek dari revitalisasi tahap pertama Rumah Asisten Wedana Metro mengatakan bahwa revitalisasi ini dilakukan dengan filosofi gotong-royong dan mengoptimalkan bahan-bahan yang ada di lokasi.
"Filosofinya dari desain ini sendiri adalah selain mengembalikan nilai sejarah juga menghadirkan keterlibatan publik dalam upaya pelestarian cagar budaya,"ungkapnya.
Andi menjelaskan revitalisasi halaman belakang ini dimaksudkan untuk memfungsikannya sebagai taman dan ruang publik yang dapat digunakan untuk berbagai aktifitas.
Ia juga mengapresiasi berbagai partisipasi berbagai kalangan yang telah bersama-sama ambil bagian dalam pelestarian cagar budaya ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
10 Aktor One Piece Season 2 Paling Mencuri Perhatian, Ada Smoker yang Bikin Panas Dingin!
-
Mudik dan Liburan Lebaran Lebih Hemat dengan Promo Spesial BRI
-
Terpopuler: Mudik 2026 Didominasi Motor, Seberapa Murah Chery Terbaru?
-
Tata Cara Sholat Tasbih Malam Lailatul Qadar, Lengkap dengan Bacaan dan Keutamaannya
-
Hasil Simulasi: Ini Syarat Mutlak Persija Bisa Juara Super League Musim Ini
-
Polisi Bongkar Penipuan PPPK Jalur Belakang di Pasuruan, Perawat Ditipu Oknum Honorer Rp 81 Juta
-
Premium ala Flagship, Harga Tetap Bersahabat: Vivo V70 Kini Lebih Sempurna
-
Fotonya Dimanipulasi Jadi Vulgar, Freya JKT48 Lapor Polisi
-
Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?
-
Dirumorkan Tewas Dibom Iran, Benjamin Netanyahu Terakhir Terlihat di Lokasi Ini