Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan pendidikan seks dan kesehatan reproduksi penting untuk disampaikan kepada anak untuk mencegah seks bebas dan kehamilan di luar nikah seperti yang marak terjadi di Ponorogo, Jawa Timur.
Dia bilang selain pendidikan agama dan pengawasan keluarga, pendidikan seks dan kesehatan reproduksi perlu diajarkan kepada anak-anak remaja.
“Di samping pendidikan agama dan pengawasan orang tua, sebenarnya pendidikan seks juga penting,” katanya kepada Antara, Selasa (17/1/2023).
Vera mengaku miris, karena seharusnya para pelajar di bawah umur masih bisa mengembangkan berbagai potensi dan kemampuan yang ada dalam dirinya.
“Sangat disayangkan hal ini masih terjadi, apalagi di usia dimana anak masih seharusnya membangun dirinya sendiri dulu, bukan membangun keluarga,” lanjut Vera.
Menurut Vera, anak sangat membutuhkan akses keterbukaan untuk membicarakan kesehatan reproduksi. Remaja perlu mengetahui konsekuensi dari suatu perbuatan hingga cara menghindarinya.
Sebab, remaja kemungkinan akan menghadapi tekanan dari teman atau pacarnya jika melakukan penolakan. Maka dari itu, diharapkan orang tua tidak ragu memberikan edukasi kesehatan reproduksi pada anak, tentunya tetap beriringan dengan kaidah-kaidah pendidikan agama.
Diharapkan orang tua dapat memberikannya sedini mungkin sebelum pubertas agar anak lebih mawas dan antisipatif karena sudah tahu konsekuensi/akibat dari suatu tindakan.
“Di sini orang tua perlu membantu anak untuk mencari cara menolak dan lebih fokus pada mengembangkan kelebihan diri yang dimiliki,” ujarnya.
Saat memberikan edukasi kesehatan reproduksi, orang tua bisa menciptakan suasana nyaman guna membangun sebuah momen bicara santai dengan anak secara rutin, untuk membuat pengawasan terhadap apa yang terjadi di dunia anak.
Vera menambahkan edukasi kesehatan reproduksi merupakan tanggung jawab semua pihak. Sekolah misalnya, dapat membantu orang tua memberikan edukasi tersebut melalui sesi rutin di sekolah. Guru juga harus membuat para pelajar merasa memiliki akses untuk sekadar bertanya atau berdiskusi.
“Tanggung jawabnya tidak hanya pada pemerintah, tapi semua pihak, orang tua terutama, sekolah, lingkungan masyarakat, sosial media, dan platform lainnya yang dikonsumsi remaja. Semuanya bertanggung jawab atas pendampingan dan memberikan input yang sesuai dengan usia anak,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 10 Januari 2023, media sosial digemparkan dengan adanya berita ratusan pelajar SMP hingga SMA di Ponorogo hamil di luar nikah. Beberapa diantaranya bahkan dengan berani meminta dispensasi untuk melangsungkan pernikahan. Para pelajar tersebut diketahui melakukan hubungan seks tersebut ketika rumah sedang kosong ataupun di hotel tempat wisata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah
-
Tak Sepakat Piala AFF Disebut Ecek-ecek, PSSI: Kita Belum Juara
-
Bullying di Sekolah: Orang Tua Wajib Mengenal Aturan Perlindungan Anak
-
Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
-
PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya
-
Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print
-
Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka
-
Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah
-
Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku
-
Tak Perlu Mulai dari Nol, Intip Ratusan Peluang Usaha di Pameran IFBC Expo 2026 Yogyakarta