-
Harga minyak dunia naik akibat ketidakpastian hukum mengenai kebijakan perang Amerika Serikat di Iran.
-
Pemerintah Trump mengklaim gencatan senjata mengakhiri batas waktu 60 hari untuk mendapatkan izin Kongres.
-
Eskalasi militer tetap mengancam stabilitas pasokan minyak meski kedua belah pihak sedang gencatan senjata.
Suara.com - Ketidakpastian hukum terkait keterlibatan militer Amerika Serikat di Iran memicu gejolak baru pada kurva harga minyak mentah global.
Pemerintah Donald Trump kini mencoba melompati aturan batas waktu 60 hari yang diatur dalam Resolusi Kekuatan Perang 1973.
Langkah politik ini diambil dengan dalih bahwa situasi permusuhan telah berakhir berkat kesepakatan gencatan senjata baru-baru ini.
Strategi tersebut memungkinkan Gedung Putih untuk terus melanjutkan operasi militer tanpa harus mengantongi persetujuan resmi dari Kongres.
Akibatnya, pasar bereaksi cepat terhadap risiko eskalasi militer yang tetap mengintai di kawasan Teluk yang strategis.
Pejabat pemerintah mengklaim bahwa tidak adanya baku tembak langsung sejak 7 April menandai berakhirnya masa berlaku aturan tersebut.
“Untuk tujuan Resolusi Kekuatan Perang, permusuhan yang dimulai pada hari Sabtu, 28 Februari, telah berakhir,” kata seorang pejabat administrasi kepada MSNow.
Argumen ini pertama kali dimunculkan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam dengar pendapat bersama Komite Angkatan Bersenjata DPR.
Hegseth menyatakan bahwa efektivitas gencatan senjata saat ini secara teknis telah menghentikan status peperangan yang sedang berjalan.
Baca Juga: Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz
Padahal, secara kronologis, serangan awal pada 28 Februari telah menetapkan batas akhir pengambilan keputusan pada 1 Mei mendatang.
Sikap keras kepala pemerintah ini langsung memberikan sentimen positif bagi kenaikan angka perdagangan minyak di pasar internasional.
Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Juli terpantau mengalami apresiasi sebesar 1,11 persen hingga menyentuh angka 111,63 dolar AS.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga ikut merangkak naik sekitar 0,45 persen.
Kenaikan ini terjadi setelah volatilitas ekstrem di mana kontrak Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Investor merasa khawatir karena hingga saat ini Presiden Trump belum mengajukan perpanjangan waktu 30 hari yang diizinkan undang-undang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kado Pahit Jelang May Day, Perusahaan Global Commscope Diseret ke Meja Hijau PN Jakpus Soal PHK
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Pecah Telur ke Jakarta di Usia 60 Tahun, Buruh Cilacap Ini Rela Antre Sembako di Tengah Aksi May Day
-
KPA Tolak May Day Fiesta, Soroti Masalah Buruh hingga Petani Belum Tuntas
-
Aksi May Day di Monas 'Banjir' Sembako dari Istana
-
Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?
-
Imbas May Day di DPR, Pintu Keluar Tol Slipi Ditutup: Cek Rute Alternatif Tomang-Tanjung Duren