/
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:30 WIB
Ketua DPW Partai Nasdem Nusa Tenggara Barat Willy Aditya ditanya wartawan seusai rapat konsolidasi dengan jajaran pengurus DPW dan DPW NasDem se-NTB di Mataram, Jumat (25/11/2022). (ANTARA/Nur Imansyah)

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menegaskan bahwa tidak ada korelasi antara pertemuan Surya Paloh dan Luhut Binsar Pandjaitan dengan pengumpulan anggota Fraksi NasDem DPR RI di NasDem Tower pada Senin (16/1/2023).

Ia mengungkapkan jika pertemuan Surya Paloh dan Luhut hanyalah seperti pertemuan teman lama dan bukan menjadi hal yang istimewa.

"Nggak ada hubungannya ya, itu dua hal yang berbeda. Pak Surya ketemu dengan Pak Luhut itu 13 Desember, itu di London. Sementara dikumpulkan tanggal 15 Januari," kata Willy seperti dikutip melalui tayangan kanal YouTube MetroTV pada Rabu (18/1/2023).

"Pertemuan Pak Surya dan Pak Luhut itu hanya pertemuan teman lama," sambungnya.

Willy Aditya membeberkan jika pada momen tersebut secara kebetulan Surya Paloh dan Luhut menginap di hotel yang saling berseberangan. Sehingga pertemuan keduanya pun tidak bisa terhindarkan.

"Karena sama-sama di London, hotelnya berseberangan ya sama ngeteh-ngeteh. Jadi biasalah, obrolan biasa. Tidak ada hal yang istimewa juga," jelas Willy.

Lagi-lagi, elite NasDem ini menjelaskan bahwa antara pertemuan Surya Paloh dan Luhut tidak ada hubungannya dengan arahan Ketua Umum Partai NasDem tersebut yang meminta seluruh kader untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Pak Luhut lagi ada acara, Pak Surya lagi ada acara. Tentu sebuah kebetulan untuk kemudian saling bertegur sapa. Tidak ada korelasi sama sekali dengan pertemuan fraksi," ujar Willy.

Ia pun mengungkapkan jika pertemuan Surya Paloh dan Luhut dikaitkan dengen pertemuan Fraksi NasDem dibuat oleh kelompok-kelompok tertentu.

Baca Juga: Remaja Korban Pemerkosaan di Brebes Dipaksa Berdamai, yang Memediasi Bisa Dijerat Hukuman Pidana

"Ini kan yang kadang-kadang tafsir yang coba dibuat oleh sekelompok orang gitu ya terus mencoba untuk mengkait-kaitkan," pungkasnya.

Load More