Aktor Aji Yusman belakangan mendapat perhatian publik usai menceritakan kondisinya yang tidak memiliki uang untuk operasi caesar sang istri hingga menggalangkan donasi. Belakangan, lelaki kelahiran 1988 itu mengaku sempat ingin bunuh diri karena tak kuat dengan masalah hidup yang dialaminya.
Masalah tersebut termasuk ketika dia kehilangan sang ibunda. Percobaan bunuh diri itu dilakukannya delapan bulan setelah pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia.
Pada saat itu, aktor yang dikenal melalui sinetron Inikah Rasanya mulai merasa tidak ada jalan keluar dari semua masalah hidupnya.
Dalam pertemuannya dengan Denny Sumargo, melalui podcast di kanal YouTube Denny tersebut Aji Yusman mengaku bahwa pemasukannya mulai berkurang, sementara kebutuhannya untuk hidup semakin banyak.
"Nggak habis (uangnya), tapi gue melihat nggak ada jalan keluar bro," ucap Aji Yusman dalam YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Selasa (17/1/2023).
Meski simpanan uangnya belum benar-benar habis, Aji Yusman merasa kesulitan karena pengeluaran untuk kebutuhan hidup tidak seimbang dengan pemasukannya.
Masih ada keluarga yang harus dihidupinya. Terlebih, Aji Yusman memiliki tiga anak dan ayahnya yang sempat terkena kanker sehingga membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar. Selain itu, sang istri pun mengalami masa kehamilan anak keempat yang cukup berat.
Masalah hidup yang datang bertubi-tubi tersebut membuat Aji Yusman ingin menyerah dan mengakhiri hidupnya.
Ia mengaku berniat untuk bunuh diri dengan cara meloncat dari balkon apartemennya. Pada saat itu, ia dan keluarganya belum pindah ke rumah kontrakan senilai Rp 800.000.
Baca Juga: 3 Fakta Cuti Bersama Imlek 23 Januari 2023: Ambil Libur Cuti Tahunan Terpotong
"Tapi kan, ada rintihan-rintihan hal lain yang di mana sebenarnya mereka udah sangat lemah. Kayaknya gue juga nggak kuat handle ini semua. Makanya ada lah keinginan untuk loncat, bahkan gue udah ada di teras balkon apartemen," tambahnya.
Namun, ketika Aji Yusman sudah siap melompat, tiba-tiba ia melihat sosok yang mengingatkannya kepada ibunya. Saat itulah, Aji Yusman seketika tersadar dan mengurungkan niatnya.
"Gue nggak tahu itu nyokap atau siapa, tapi gue lihat sosok pada saat mau lompat. Istri sama anak gue lagi pada tidur," ungkapnya.
Terbaru, Aji Yusman kini tobat saat melihat cahaya bertuliskan lafadz Allah usai tak percaya dengan Tuhan karena pernah jatuh miskin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan