Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov marah menanggapi kebijakan Pemerintah Rusia yang melarang tentaranya memelihara jenggot, demikian dilansir dari Reuters, Jumat (20/1/2023).
Kemarahan Kadyrov itu ditumpahkan saat dia menanggapi komentar Viktor Sobolev, seorang pensiunan letnan jenderal militer Rusia yang kini duduk sebagai anggota parlemen.
Dalam wawancara dengan situs berita RBC Sobolev mengatakan bahwa prajurit Rusia yang sedang berperang di Ukraina itu memang harus memangkas habis jenggot sebagai bentuk disiplin.
Selain dilarang memelihara jenggot, tentara Rusia juga dilarang menggunakan ponsel dan tablet pribadi, agar terhindar dari deteksi serta penyadapan militer Ukraina.
"Tampaknya Letnan Jenderal Viktor Sobolev punya banyak waktu luang... dia tidak punya kesibukan sehingga punya waktu untuk membaca tata-tertib militer," tulis Kadyrov di Telegram.
Lebih lanjut Kadyrov juga mengecam Sobolev yang dinilainya tidak menghormati tentara beragama Islam dan menilai komentarnya itu provokatif.
Kadyrov bukan satu-satunya yang memprotes kebijakan ini. Pemimpin tentara bayaran Wagner, kelompok yang berperan besar dalam pertempuran garis depan di Ukraina, Yevgeny Prigozhin juga mengecam aturan ini. Prigozhin menilai menyebut komentar Sobolev itu absurd dan sudah kuno.
Kadyrov dan Prigozhin memang menjadi sorotan di kubu Rusia dalam invasi Moskwa ke Ukraina. Keduanya sering berbeda pendapat dengan para elit militer Rusia.
Sejumlah analis menilai pasukan Kadyrov dan Prigozhin beroperasi di Ukraina dengan lebih bebas ketimbang militer resmi Rusia. Wagner secara khusus menjadi andalan. Tetapi pasukan bayaran itu juga dipandang sinis karena diberi persenjataan yang lebih lengkap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen