Pengamat politik Refly Harun mempertanyakan apa prestasi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sehingga hasil survei elektabilitasnya selalu moncer.
Hal itulah yang menjadi topik pembahasan utama Refly di salah satu video unggahan kanal YouTube-nya. Namun bukan cuma membahas prestasi Ganjar, ahli hukum tata negara tersebut juga jadi ikut membahas prestasi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
"Apa kelebihan dari Ganjar Pranowo ini sehingga dia selalu moncer di survei? Ini kan menarik. Kalau Presiden Jokowi pada waktu itu persepsinya di Solo bagus memang, tapi jangan lupa Solo kota kecil, sangat mudah mengukur kohesivitasnya," ungkapnya.
"Seperti sekarang Gibran, dua tahun kalau dianggap bagus di Solo ada beberapa persoalan," lanjut Refly, dikutip pada Sabtu (21/1/2023).
Selain perkara Solo yang merupakan kota kecil, Refly rupanya menilai kinerja baik Gibran juga karena status dan jaringannya sebagai putra sulung Presiden Joko Widodo.
"Salah satunya adalah mudahnya dia mengakses kekuasaan Jakarta, sehingga mudah pula dia membangun Solo dengan akses kekuasaan tersebut," terang Refly.
"Jadi tidak semata-mata karena his achievement, tapi juga karena jaringan kekuasaan yang dia punya karena dia putra seorang presiden," sambungnya.
Bahkan Refly sempat membongkar sedikit rahasia mengenai kepemimpinan Gibran di Solo. Konon beredar kabar Gibran pernah memanggil menteri ke Solo demi membahas urusan pembangunan.
"Jadi mudah apa-apa buat Solo. Bahkan saya lihat ada menteri yang bisa dipanggil Gibran, mungkin bukan dipanggil dalam pengertian bawahan tetapi hanya untuk ngobrol dan menemani," jelas Refly.
Baca Juga: Klaim Bupati Morowali Utara, Konflik Pekerja dengan Pihak PT GNI Berlangsung Sejak 2022
"Pernah saya dengar begitu, ada menteri yang ke Solo hanya karena dipanggil Gibran. Itu gosip-gosip tetangganya, setahun yang lalu saya mendengarnya. Kalau sekarang tidak ada, mungkin urusannya ada urusan pekerjaan juga," imbuhnya.
Refly menilai ada privilege lebih untuk Gibran sebagai Wali Kota Solo, atau Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan, sehingga kini mereka terlihat berprestasi di wilayahnya masing-masing.
"Intinya kalau Anda tidak memiliki wibawa kekuasaan yang tinggi karena Anda anak presiden kan susah, untuk berkomunikasi dengan saja dengan menteri mungkin tidak gampang untuk bupati wali kota di daerah lain," ungkap Refly.
"Untuk mencapai tingkat popularitas tertentu tidak gampang juga, karena kalau bupati wali kota lain barangkali perlu menyewa konsultan, media massa, untuk terdongkrak namanya. Tapi tidak untuk Gibran dan Bobby Nasution," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sambut Baik Kalau Gibran Maju Pilgub DKI Jakarta, PKS: Tapi Layak atau Tidak Tergantung Rakyat
-
Siap-Siap! Eko Kuntadhi Duga Anies Baswedan vs Gibran Rakabuming di Pilkada DKI 2024
-
Gibran Berpeluang Besar Maju Pilgub DKI: Mudah Dapatkan Rekomendasi Megawati dan Manfaatkan Jaringan Jokowi
-
Disebut Tidak Pernah Ucapkan 'I Love You' ke Selvi Ananda, Ini Reaksi Gibran Rakabuming
-
Niat Gibran Maju Cagub Dinyinyirin, Lagi-lagi Dikaitkan dengan Firaun, Balasan Mas Wali Bikin Ketawa
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam