Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membeberkan terkait adanya desas-desus gerakan bawah tanah di persidangan terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo.
Mahfud MD menerangkan bahwa ada pesanan dari pihak lain yang meminta agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan hukuman ringan kepada Ferdy Sambo.
"Benar ada gerakan-gerakan yang minta memesan putusan Sambo itu agar dengan huruf tapi ada juga yang minta dengan angka," ujar Mahfud MD seperti dikutip melalui tayangan kanal YouTube KOMPASTV pada Minggu (22/1/2023).
Bukan hanya memesan agar suami Putri Candrawathi tersebut diberi hukuman ringan, Mahfud MD juga mengungkapkan ada pula pesanan agar Ferdy Sambo dibebaskan.
Meskipun demikian, Mahfud MD menjamin bahwa jaksa tidak akan terpengaruh dengan adanya gerakan bawah tanah tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kejaksaan akan bertindak secara independen.
"Tapi kami bisa amankan itu di kejaksaan. Saya pastikan kejaksaan independen. Saya pastikan kejaksaan independen tidak terpengaruh dengan gerakan-gerakan bawah tanah itu," terang Mahfud MD.
Pada kesempatan ini, Mahfud MD juga mengujarkan simpang siur soal pihak yang melakukan gerakan bawah tanah ini. Ada yang mengatakan seorang berpangkat Brigdir Jenderal (Brigjen) hingga Mayor Jenderal (Mayjen).
"Karena ada bilang, ada katanya seorang brigjen mendekati si A, si B. Saya bilang Brigjennya siapa suruh sebut ke saya. Nanti di sini saya punya Mayjen banyak kok," kata Mahfud.
"Kalau Anda bilang Mayjen yang mau menekan pengadilan atau kejaksaan, di sini saya punya Letjen," sambungnya.
Baca Juga: 5 Trik Psikologi agar Orang Menyukai Kamu, Patut Dicoba!
Berita Terkait
-
Ferdy Sambo Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Mahfud MD Sebut Ada Gerakan Gerilya: Amankan Kejaksaan
-
Dituntut 12 Tahun Penjara, Apakah Vonis Bharada E Akan Lebih Ringan karena Jadi Justice Collaborator?
-
Rumit! Mahfud MD Ungkap Deretan Masalah Mafia Tanah, Polisi dan Kejagung Ikutan Pusing
-
Keras! Pengacara Brigadir J Tantang Putri Candrawathi Laporkan Pemerkosaan, Febri Diansyah Langsung Ngeles
-
Bareskrim Ancam Ambil-alih Kasus Perkosaan Beramai-ramai di Kemenkop
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Hectic Adalah Kondisi Sibuk Luar Biasa, Pahamai Arti dan Tips Mengatasinya bagi Pekerja
-
Hukum Menjual Daging Kurban Menurut Syariat Islam bagi Pekurban dan Penerima
-
Skandal Asusila di Balik Ponpes Lahat: Polisi Tidak Proses Hukum karena Permintaan Korban
-
Saat Menabung Terasa Mewah: Bisa Bertahan Hidup Saja Sudah Bentuk Prestasi
-
Link Live Streaming Persipura vs Adhyaksa FC: Laga Hidup Mati Menuju Super League
-
Orang Tua Harus Tahu! Ini Penyebab Tekanan Darah Tinggi pada Anak
-
Pro Kontra Foto Anniversary Luna Maya dan Maxime Bouttier: Nilai Seni vs Menyimpang
-
7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
-
Harga ASUS ExpertBook Ultra di Indonesia, Laptop AI Premium Super Ringan dengan Intel Core Ultra
-
Sering Mengantuk Bisa Jadi Sinyal Tubuh Sedang Kelelahan