Presiden Jokowi tak jarang mendapatkan kritikan hingga caci maki kepadanya. Budayawan Mohamad Sobary menilai pihak yang suka merendahkan Jokowi merasa dirinya hebat dan hanya ingin mendapatkan perhatian.
Akan tetapi, hinaan dan keinginan perhatian para pembenci itu dianggap angin lalu oleh Jokowi.
Sikap Jokowi itu dinilai Sobary karena sang presiden tak ingin menciptakan seorang pahlawan dengan memenjarakan para pengkritik.
Sebab, Jokowi pernah menyampaikan bahwa dia sudah berada di level serendah-rendahnya. Oleh sebab itu, dia tak perlu berupaya untuk merendahkannya lagi.
"Pak Jokowi tidak mau mencetak pahlawan, soalnya begitu dilaporin mereka jadi pahlawan. Pak Jokowi diamkan saja. Jokowi pernah bilang "aku mau dijatuhkan, aku sudah tidak punya tempat untuk jatuh karena sudah di tempat yang paling bawah", tambahnya.
"Dan Jokowi juga tidak marah itu artinya tidak mau membuat pahlawan. Lebih khawatir nanti kalau orang yang enggak penting tiba-tiba malah jadi pahlawan," kata Sobary dalam wawancaranya dengan Eko Kuntadhi.
Kata Sobary, diamnya Jokowi tersebut begitu efektif diterapkan. Pasalnya, sikapnya mampu meredam pihak yang berseberangan.
"Misalkan ada maha guru, dosen bilang Jokowi itu goblok. Kalau kita ngejek orang dan kita ditanggapi berarti kalau dalam teori komunikasi tradisional Jawa itu artinya ada orang yang diluhurkan ada orang disepadankan," tegasnya.
Menurutnya, diamnya Jokowi menandakan bahwa sang presiden tahu bahwa sosok yang mencaci makinya adalah seekor kucing yang merasa dirinya macan.
Baca Juga: PPP Target Kursi di Pemilu 2024 Lebih Banyak
"Tetapi kalau orang itu tidak pernah digubris sama sekali, dia yang sakit. Karena Pak Jokowi itu ngertinya kucing, kucing kurus lagi, tapi dia merasanya macan," jelasnya.
Sebelumnya, materi ceramah Cak Nun yang menyebut Jokowi Firaun membuat para pihak pendukung Jokowi panas. Alhasil, Cak Nun menjadi topik pembicaraan paling populer di Twitter dalam tiga hari terakhir.
Adapun dalam ceramahnya, Cak Nun menyebut Indonesia telah dikuasai sebuah sistem kekuasaan yang kuat. Di mana Jokowi diibaratkan sebagai Firaun hingga pengusaha Anthony Salim sebagai perlambangan Qorun.
"Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 Naga terus Haman yang namanya Luhut," kata Cak Nun.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Soal IKN, Dokter Tifa Singgung Gagalnya Myanmar Pindah Ibukota: Saya Minta Jokowi Realistis
-
Simulasi Pilpres 2024: Ganjar 'Bantai' Semua Tokoh, Menteri Kesayangan Jokowi di Posisi Bawah
-
Ternyata Kebijakan Jokowi Ini yang Buat Indonesia Keluar dari Jeratan Pandemi Covid-19
-
Ditemani Jan Ethes, Jokowi dan Iriana Joko Widodo Jalan Sehat Bersama Warga Solo
-
PBHI Kritik Keras Pernyataan Jokowi soal Orkestrasi Informasi Intelijen Kemenhan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring