Komisaris Besar Polisi atau Kombes Pol Hengki Haryadi adalah perwira menengah (pamen) di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang namanya kerap disebut dalam kasus serial killer Wowon serta mutilasi Angela. Ia tidak lain adalah pengungkap kasus-kasus besar kriminal di Indonesia beberapa waktu lalu.
Dikutip dari Suara.com, nama pamen yang bertugas di Polda Metro Jaya ini adalah pengungkap kasus kriminal terbaru Tanah Air, yaitu serial killer Wowon cs. Dimulai saat dugaan keracunan lima orang di Bekasi, tiga di antaranya meninggal.
Kemudian sebelumnya, Polda Metro Jaya membongkar kasus mutilasi di Bekasi, di mana tersangka Ecky Listianto melakukan mutilasi atas Angela Hindriarti.
Lantas ada kasus lain yang tak kalah menggemparkan, yaitu satu keluarga di Kalideres meninggal tak wajar. Korban adalah Rudyanto Gunawan (71), Renna Margaretha (68), Budyanto Gunawan (68), serta anak Dian Febbyana (42).
"Metode penyelidikan yang kami kembangkan scientific crime investigation. Ketika kami melakukan penyelidikan ilmiah harus telusuri dan analisis bukti yang tersedia untuk memastikan hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," jelas Kombes Pol Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, di Jakarta, Jumat (9/12/2022).
Kombes Pol Hengki Haryadi, S.I.K, M.H lahir di Palembang, 16 Oktober 1974, dan adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996.
Ia menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya mulai April 2022. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Kombes Hengki Haryadi disebutkan sebagai lulusan terbaik di angkatannya. Memiliki kecakapan dan spesialisasi dalam satuan reserse. Calon jenderal bintang satu atau brigjen ini sudah pernah mengemban berbagai jabatan strategis.
Antara lain menjabat sebagai Kapolsek Telukbetung Selatan pada 2005. Pada 2011 menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat pada 2012.
Pada 2014, kariernya makin cemerlang setelah ditunjuk untuk menduduki posisi sebagai Kapolres KP3 Tanjungpriok.
Pamen Polri ini juga tercatat pernah menjabat Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016), Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri (2017), Kapolres Metro Jakarta Barat (2017), dan Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri (2019).
Pada 2020, Kombes Pol Hengki Haryadi menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat. Dua tahun berselang mengisi jabatan Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Berita Terkait
-
Jejak Horor Serial Killer Wowon Dan Duloh: Muncul Tangisan Misterus Tengah Malam, Kampung Babakan Mande Kini Sepi
-
Sadisnya Pelaku Serial Killer Bunuh 9 Keluarga Hingga Coba Eksekusi Tetangga, Apa Hukuman Pantas Bagi Wowon Dan Duloh?
-
7 Kasus Serial Killer di Indonesia Paling Sadis, Salah Satunya Bunuh 42 Wanita
-
Menengok Modus Penggandaan Uang Wowon Cs yang Berakhir Jadi Serial Killer
-
Jejak Kasus Serial Killer Paling Mengerikan di Indonesia: Dukun AS sampai Wowon
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123