Suara.com - Baru-baru ini, Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus serial killer atau pembunuhan berantai oleh Wowon Cs. Selain kasus Wowon Cs, ada juga beberapa kasus serial killer lainnya di Indonesa. Lantas, kasus serial killer di Indonesia ada apa saja?
Untuk selengkapnya, simak berikut ini ulasan mengenai beberapa kasus serial killer di Indonesia yang menggemparkan warga +62 yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Kasus Dukun Ahmad Suradji
Dukun Ahmad Suradji atau yang biasa disebut Datuk atau dukun AS ini merupakan terpidana mati atas kasus serial terhadap 42 wanita. Diketahui, pembunuhan berantai ini terjadi Desa Sei Semayang, Kec. Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, tahun 1984 dan tahun 1994.
Dukun AS divonis mati pada tanggal 27 April 1997 oleh Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Deli Serdang. Kemudia dia dieksukusi mati tahun 2008.
2. Kasus Rio Martil
Rio Alex Bullo atau yang dikenal juga dengan sebutan Rio Martil ini merupakan terpidana mati atas kasus pembunuhan berantai atau serial killer tahun 1997-2001. Kasus pembunuhan yang dilakukan Rio terungkap usai dia membunuh secara sadis Jeje Suraji (39), seorang pengacara terkenal.
Sepanjang 1997-2001, Rio Martil diketahui juga membunuh empat orang pengelola rental mobil. Dia membunuh dengan cara memukul kepala korbannya menggunakan martil. Bahkan usai dipenjara pun dia membunuh teman satu selnya. Rio lalu dieksekusi mati tahun 2008.
3. Kasus Dukun Asep
Baca Juga: Menengok Modus Penggandaan Uang Wowon Cs yang Berakhir Jadi Serial Killer
Dukun Asep atau Tubagus Yusuf Maulana merupakan terpidana mati atas kasus serial killer terhadap 8 orang. Asep dikenal sebagai seorang dukun yang katanya mampu menggandakan uang. Namun, korban-korbannya dibunuh secara sadis.
Asep melakukan pembunuhan untuk menguasai uang korbannya. Atas perbuatannya, Dukun Asep divonis mati pada 10 Maret 2008 oleh Pengadilan Negeri Rangkasbitung dan dieksekusi mati di tahun yang sama.
4. Kasus Baekuni Babe
Baekuni atau yang dikenal dengan sebutan Babe ini merupakan seorang gelandangan yang tega bunuh tujuh pengamen jalanan usia 9-12 tahun. Bahkan Babe juga tega melakukan mutilasi pada korbannya.
Kasus serial killer yang dilakukan oleh babeh ini terungkap tahun 2010. Babe kemudian mendapat vonis mati dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur tahun 2010.
5. Ryan Jombang
Berita Terkait
-
Menengok Modus Penggandaan Uang Wowon Cs yang Berakhir Jadi Serial Killer
-
Pembunuh Berantai Wawan Cs Raup Untung 1 Miliar, Klaim Punya Kekuatan Supranatural untuk Lipat Gandakan Kekayaan
-
Fakta Baru Serial Killer di Bekasi hingga Cianjur, Wowon Menyerahkan Istrinya Dibunuh karena Sakit Hati
-
Jejak Kasus Serial Killer Paling Mengerikan di Indonesia: Dukun AS sampai Wowon
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!