Beredar kabar bahwa Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh akhirnya tunduk kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sehubungan dengan hal tersebut, Surya Paloh dikabarkan membatalkan pencapresannya terhadap Anies Baswedan.
Dalam kabar tersebut, pembatalan capres terhadap Anies dilakukan di London.
Informasi tersebut dibagikan dan diunggah oleh kanal YouTube bernama 'liputan politik' pada 21 Januari 2023.
Begini narasi yang dituliskan dalam unggahan tersebut.
"HOTNEWS!! KEHANCURAN NASDEM DI DEPAN MATA!! PEMBATALAN PENCAPRESAN ANIES RESMI DI LONDON!!" tulis judul unggahan.
"AKHIRNYA PALOH TUNDUK PADA JOKOWI PEMBATALAN PENCAPRESAN ANIES RESMI DI LONDON," tulis keterangan thumbnail video.
Lalu benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Baca Juga: Waduh! Jokowi Soroti Kasus Viral Seorang Ibu Berikan Kopi Susu ke Bayi
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim soal Surya Paloh batalkan pencapresan Anies karena tunduk kepada Jokowi adalah salah.
Faktanya, video tersebut tak ada informasi atau narasi yang diklaim seperti judul atau thumbnail video.
Video tersebut berisi pembahasan mengenai asumsi mantan kader Partai NasDem Zulfan Lindan mengenai pertemuan Surya Paloh dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di London, Inggris.
Dugaan Zulfan, pertemuan di antara elite itu salah satunya untuk membahas mengenai Pemilu 2024.
Narator sendiri membacakan artikel milik Metro.suara.com yang tayang pada 19 Januari 2023.
Artikel tersebut berjudul "Punya Masa Lalu Begini Bikin Surya Paloh Takut Dijauhi Jokowi, sampai Rela Ketemu 'Kawan Lama' Luhut".
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kabar Surya Paloh tunduk kepada Jokowi dan membatalkan pencapresan Anies Baswedan adalah keliru.
Dengan demikian, informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam kategori hoaks.
Berita Terkait
-
Waduh! Jokowi Soroti Kasus Viral Seorang Ibu Berikan Kopi Susu ke Bayi
-
Sindir Banyak Partai Bicara Tentang Anies Tapi Tak Pernah Deklarasi, NasDem: Bingung Juga Kita
-
CEK FAKTA: Tersebar Video Skandal Sarwendah dan Betrand Peto, Benarkah?
-
Jokowi: Semua Negara G20 Salaman Baik-baik, Tapi Saling Berkompetisi
-
CEK FAKTA: Komedian Mandra Meninggal Dunia, Benarkah?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan