Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kerap mengungkap perihal kondisi antarnegara yang kerap bersaing. Bahkan meskipun setiap negara kerap memperlihatkan keakraban, namun menurutnya mereka juga tetap menjalankan persaingan.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu (25/1/2023).
"Posisi semua negara saat ini adalah kompetisi, bersaing satu sama lain. Kelihatannya, ya, misalnya ada G20 ketemu keliatannya salaman baik-baik tapi semua saling berkompetisi. Di ASEAN sendiri kelihatan rangkulan, salam-salaman," kata Jokowi.
"Di Asean sendiri keliatan rangkulan, salam-salaman. Tapi berkompetisi. Saling rebut investasi, teknologi, semua negara," sambungnya.
Menurut Jokowi, kunci untuk bertahan di tengah persaingan global itu ialah sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.
"Artinya SDM unggul itu menjadi kunci daya saing bangsa," ucapnya.
Di sisi lain, Kepala Negara juga mengingatkan pekerjaan rumah Indonesia yang sangat besar ialah perihal permasalahan stunting. Kendati begitu, Jokowi melihat angka stunting di Tanah Air sudah menurun.
Menurutnya, angka stunting pada 2014 masih di angka 37 persen.
"Sudah disampaikan pak menkes di 2022 angkanya sudah turun jadi 21,6 persen. Ini kerja keras kita semuanya."
Baca Juga: Survei LSI Denny JA: Pendukung Jokowi yang Terserap Ganjar Naik Lagi Jadi 38,2 Persen
Berita Terkait
-
Jokowi Setujui Revisi UU Desa Soal Masa Jabatan Lurah, Manikmaya dan Nayantaka: Konflik Pascapemilihan Lebih Menggigit
-
Anies Baswedan Puji Kinerja Jokowi Soal Tangani Banjir Jakarta, Kini Masih Konsisten Rampungkan Sodetan Kali Ciliwung
-
PPP Sebut Kabar Bakal Ada Reshuffle Kabinet Menguat
-
Prabowo Subianto Rayu Kaesang Pangarep Jadi Kader Partai Gerindra: Kalau Iya, Saya Gembira
-
Warga yang Tak Puas Kinerja Jokowi Lirik Anies Baswedan dan Prabowo, LSI Denny JA: Lanjutkan Legacy atau Perubahan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak
-
Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili
-
Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?
-
Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang
-
Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!
-
PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!
-
Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran
-
Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral
-
Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini
-
Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?