/
Kamis, 26 Januari 2023 | 16:19 WIB
AG, yang kabur dari rumah tahun 1998 karena takut disunat. Tahun 2023 dia ditemukan keluarganya. ([YouTube])

Sejak kabur dari rumah, AG luntang-lantung di pasar. Beruntung, pedagang di Pasar Kepek Bantul, Yogyakarta sayang kepadanya.

 

Mia, seorang pedagang di Pasar Kepek Bantul mengakui, AG sudah ada di pasar tersebut sejak tahun 1998.

 

“Waktu itu, saya dan teman-teman pedagang merasa aneh karena ada anak kecil pakai baju seragam Pramuka tapi tidak punya rumah. Dia tinggal di pasar ini,” kata Mia.

 

Karena AG berkelakuan baik dan jujur, Mia dan pedagang lainnya merasa sayang. Mereka lantas mengurus keseharian AG.

 

“Semuanya, ada 150 pedagang di pasar ini mengurus dia. Kompak mengurus AG, karena dia anaknya baik dan jujur,” kata dia.

Baca Juga: Heboh Pasutri Kubur 'Pocong' Diduga Buat Ritual Perdukunan, Isi Kain Kafannya Bikin Merinding!

 

Sementara Sarijati, pedagang lainnya, mengatakan AG saat dewasa terkenal penyakit diabetes.

 

“Dia kena diabetes saat dewasa. Sewaktu kakinya luka, kami yang merawat.”

 

Sarijati mengatakan, dia biasanya membawa nasi dari rumah. Sesampainya di pasar, dibelikannya lauk pauk dan diberikan ke AG.

 

“Saya tungguin sampai dia selesai makan. Saya kasih juga obat,” kata Sarijati.

 

Lantas, bagaimana AG akhirnya bisa ditemukan keluarga dan pulang ke rumah?

 

Sarijati mengatakan, kondisi AG semakin hari makin menurun akibat menderita diabetes.

 

Tri Pujasto, pedagang lainnya di pasar itu, lalu membawa AG berobat ke puskesmas.

 

“Tapi terkendala karena AG tidak punya KTP. Saya lalu mengontak YouTuber yang biasa mengurus ODGJ dan orang hilang. Divideokan dan viral sampai diketahui keluarga AG,” kata Tri Pujasto.

 

AM ibu AG, mengakui baru mengetahui anaknya masih hidup setelah diperlihatkan video YouTube yang menurut keluarganya mirip sang putra.

 

“Alhamdulillah. Saya juga sangat berterima kasih kepada pedagang di Pasar Kepek Bantul. Karena mereka mau merawat anak saya selama puluhan tahun,” kata Ibu AM.

Load More