Suara.com - Pria asal Klaten yang kabur dari rumah selama 25 tahun gegara takut disunat, ditemukan gara-gara konten Youtube
Pria berinsial AG asal Klaten kabur dari rumah sejak dirinya berusia 10 tahun, baru ditemukan setelah 25 tahun gara-gara takut disunat. Ia ditemukan berkat sebuah video yang tayang di sebuah kanal YouTube.
Seperti apa peristiwa yang dialami AG? Berikut deretan faktanya.
Pergi dari rumah saat berusia 10 tahun
Ibu AG, yakni Am meceritakan bahwa anaknya itu merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Ia pergi dari rumah pada tahun 1998 karena takut disunat. Menurut Am, ketika itu usia AG baru sepuluh tahun.
Saat itu AG pergi tanpa pamit, meninggalkan rumah dengan teman sekampungnya. Setelah kepergian AG, pihak keluarga mengaku sudah mencarinya kemana-mana hingga ke stasiun kereta Solo Balapan, Brebes hingga Yogyakarta.
“Saya mencari ke mana-mana. Sampai Jogja, Stasiun Balapan Solo, serta Brebes. Saya dikuatkan bahwa suatu saat anak saya pasti pulang ke rumah,” kata Am di rumahnya,” katanya dihadapan awak media.
Hidup dengan para pedagang di Pasar Kepek Bantul
Sebelum AG ditemukan, salah satu pedagang Pasar Kepek menceritakan bagaimana pria asal Klaten itu pertama kali datang ke pasar.
Baca Juga: Lato-Lato Meresahkan, Penghulu Ini Hampir Nikahkan Pengantinnya dengan 'Bin Lato-Lato'
Menurut Miya, salah satu pedagang di Pasar Kepek, saat pertama kali datang ke pasar, AG masih menggunakan baju pramuka.
Sejak itulah para pedagang pasar ikut merawatnya seperti keluarga sendiri. Mia mengatakan, AG merupakan orang yang jujur dan baik.
“Dari 150 orang pedagang pasar gak ada yang gak sayang, semua kompak rawat AG, dia anaknya baik dan jujur,” kata Mia.
AG kena penyakit, warga pasar kompak beri perawatan
Pedagang Pasar Kepek lainnya, Sarijati mengatakan, beberapa hari terakhir, AG mengalami sakit gula hingga bagian kakinya terluka.
Dalam kondisi yang demikian, lanjut Sarijati, para pedagang pasar tetap memerhatikan dan memberikan perawatan pada AG.
Berita Terkait
-
Viral Pengantin Lelaki Menangis Usai Ijab Kabul, Baca Doa Sambil Pegang Ubun-Ubun Istri: Beliau Baik Agamanya!
-
Buah Kesabaran Anak Sholeh, Tiko Dihadiahi Sepeda Motor Mewah
-
Banjir Kecaman! Jokowi Sentil Video Viral Bayi Diberi Kopi Susu Saset, Para Pejabat Malah Ngakak
-
Viral Live TikTok Guyur Nenek-nenek Minta Gift! Sultan Akhyar, Pemilik Akun Protes: Nggak Dapat Apa-apa!
-
Usai Demo, Perangkat Desa Tinggalkan Sampah Berserakan di Senayan, Publik: Tuntutan Aneh, Eh Nyampah
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus