/
Minggu, 29 Januari 2023 | 07:00 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ganjar Pranowo (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto ikut buka suara mengenai Presiden Jokowi yang dikabarkan akan melakukan reshuffle pada hari Rabu Pon,

Hari Rabu Pon sendiri digadang-gadang menjadi momentum yang tepat dalam mengambil keputusan fundamental.

Hasto menyampaikan bahwa Rabu Pon sering diartikan sebagai hari istimewa dalam mengambil keputusan strategis.

Maka dari itu, Hasto menilai sang Presiden RI itu memiliki kecenderungan dalam mengambil keputusan tersebut.

"Ya, Rabu Pon, berbagai momentum-momentum pada Rabu Pon, itu memang sering mengandung sesuatu yang istimewa dalam pengertian muncul kesadaran batin di dalam mengambil keputusan-keputusan strategis. Setiap orang punya preferensi itu," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/01/2023).

Tak hanya Jokowi, Hasto turut menyampaikan bahwa Presiden RI pertama, Ir. Soekarno juga memiliki preferensi dalam mengambil kebijakan.

Kata Hasto, puncak dari keputusan Soekarno adalah memanfaatkan momentum di 17 Agutus 1945 dalam pembangunan Waduk Jati Luhur. 

"Kemudian menetapkan pola pembangunan semesta berencana, itu total halamannya seperti itu, mewakili 17-8-45. Sehingga itu preferensi, biasa dipilih para pemimpin,” ujar Hasto.

Oleh karena itu, Hasto meminta publik untuk bersabar terkait kepastian kapan momen reshuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Jokowi.

Baca Juga: Piala FA: Manchester United vs Reading 3-1, Casemiro Membuat Brace

Sebab, ihwal pengambilan keputusan merombak kabinet adalah kewenangan mutlak atau hak prerogatif dari Jokowi.

“Jadi ya kita tunggu saja apakah akan terjadi reshuffle atau tidak (pada Rabu Pon), kita tunggu saja keputusan presiden," katanya.

"Kalau reshuffle kan hanya bisa terjadi atas kehendak bapak Presiden dan itu kewenangan bapak Presiden," tambahnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More