Kreator konten Deddy Corbuzier menanggapi jawaban Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang menyebutnya kurang literasi.
Kisruh Deddy Corbuzier vs KPI ini awalnya muncul ketika Deddy mempertanyakan bagaimana peran KPI terkait Fajar Sadboy yang sering tampil di televisi (TV).
Mantan pesulap itu menilai Fajar masih di bawah umur karena usianya yang baru 15 tahun sudah wara-wiri di TV.
Protes Deddy kemudian ditanggapi oleh Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti.
"Soal Deddy, ini soal pasal, atau pasar? Kalau pasal, apa yang disampaikan Deddy Corbuzier itu tidak tepat, karena beda konteks," kata Mimah Susanti dari video yang ditampilkan Deddy di kanal YouTube pribadinya, dikutip dari Suara.com, Minggu (29/1/2023).
KPI juga mengakui kalau mereka sudah menelusuri konten Fajar Sadboy, yang hasilnya memang tidak ada pelanggaran.
Fajar pun disebut bukan lagi anak-anak karena usianya yang masuk 15 tahun.
Topik yang dibahas Fajar Sadboy dinilai KPI hanya seputar cinta monyet, bukan isu dewasa seperti trauma, perceraian, perselingkuhan dan sebagainya.
Dari sana Mimah tetap mengapresiasi protes yang dilayangkan Deddy.
Baca Juga: 3 Karakter Ini Harus Mahasiswa Miliki agar Bisa Lulus Berkualitas
Ia juga menyebut YouTuber itu kurang literasi.
"Saya menghargai pak Deddy Corbuzier sebagai masyarakat, yang memang perlu diliterasi dengan baik," ujarnya.
Menanggapi itu Deddy Corbuzier pun memberikan pernyataan sarkasme.
"Jadi, saya kurang literasi. Saya butuh diliterasi," ujar Deddy pada Boris Bokir yang menjadi bintang tamu podcastnya kali ini.
"Jadi istilahnya, Om Deddy ini perlu dicerahkan?" tanya Boris.
"Betul, karena saya kurang pengetahuan," jawab Deddy Corbuzier.
Kurang literasi yang dimaksud KPI merujuk pada pasal 29 yang disebutkan Deddy Corbuzier saat melayangkan protes soal Fajar Sadboy.
"Ibunya enggak salah, karena di pasal 29 mengatakan anak itu sampai 12 tahun, jadi saya yang salah," imbuh Deddy Corbuzier.
"Usia 13 sudah remaja, jadi boleh ngomongin percintaan. Jadi untuk anak-anak yang usianya di atas 12 tahun, silakan bercinta," katanya sarkas sembari terkekeh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
ARTJOG Minta Maaf atas Insiden Pemukulan Seniman, Evaluasi Sponsor Pasca-Protes Didit Foundation
-
Terjepit Harga Bahan Baku Naik dan Gelombang PHK, Omzet Pengusaha Kopi Sidoarjo Anjlok 50 Persen
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
ARTJOG Ricuh! Seniman Mengaku Dipukul Petugas Keamanan