Kemacetan terjadi di Jakarta seiring status COVID-19 yang kini semakin membaik.
Belakangan ini Jakarta mengalami kemacetan, salah satunya disebutkan karena status Ibu Kota Indonesia tidak lagi dalam situasi pembatasan terkait pandemi COVID-19. Situasi penyebaran virus Corona lebih baik, dan kekinian warga tengah melakukan vaksin booster kedua.
Dikutip dari kantor berita Antara, Polisi mengungkapkan setidaknya ada dua penyebab jalanan di DKI Jakarta semakin bertambah macet belakangan ini.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latief Usman mengatakan salah satu pemicu semakin macetnya jalanan di Jakarta adalah padatnya aktivitas masyarakat.
"Tentunya aktivitas masyarakat semakin tinggi, apalagi setelah penanganan pandemi COVID-19. Ini sudah dinyatakan sebagai endemi tentunya aktivitas masyarakat untuk berproduktivitas kan sangat tinggi," papar Kombes Pol Latief Usman, Sabtu (11/2/2023).
Meningkatnya aktivitas masyarakat bisa berdampak baik khususnya dari segi perekonomian dan sosial.
"Tetapi risikonya memang volume kendaraan akan semakin banyak di jalan," lanjutnya.
Yang kedua, biang kemacetan jalan di Jakarta juga disebabkan oleh semakin masifnya pembangunan proyek yang berada di dekat sisi jalan.
Oleh sebab itu, Polda Metro Jaya mengimbau agar pembangunan dilakukan di atas pukul 22.00 WIB.
"Mereka pun membangunnya di malam hari di atas jam 10 diusahakan. Jadi lalu lintas aktivitas masyarakat sudah mulai menurun, mereka melakukan pekerjaan. Memang ada sisa-sisa pekerjaan yang mungkin tidak bisa terselesaikan ya inilah yang harus kita buat rekayasa lalulintas," tukas Kombes Pol Latief Usman.
Berdasarkan data pada 2022, indeks kemacetan di DKI Jakarta berada di angkat 48 persen. Angka naik drastis dari 2020 yang berada di angka 34 persen. Pada 2019, kemacetan sendiri tembus mencapai angka 53 persen. Namun belum bisa merinci angka kemacetan yang terjadi pada 2023.
"Tentunya kalau hitungan kemarin, di Desember indeks sudah di angka 48 persen. Kalau dulu 2019 indeks 53 persen, 2019 sebelum COVID-19. Pasca COVID-19 2020 itu di angka indeksnya 34 persen, mulai naik 2022 di angka 48 persen," tutup Kombes Pol Latief Usman.
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Akan Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anggota Densus 88 Terhadap Sopir Taksi Online di Depok
-
Polisi Serahkan Surat Pencabutan Status Tersangka dan Pulihkan Nama Baik MHA, Keluarga Lega
-
Proyeksi Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono: Kemacetan Jakarta Berkurang Setelah IKN Pindah
-
Diperiksa Satgas Anti Mafia Tanah Bareskrim Polri Bripka Madih Klaim Bawa Bukti Lengkap Satu Tas
-
Pemberlakuan Masa Darurat Pandemi COVID-19 Amerika Serikat Akan Berakhir Jelang Tengah Tahun Nanti
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah