Kondisi kesehatan Venna Melinda masih belum stabil pasca kasus KDRT yang menimpanya. Untuk membantu sahabatnya, Roro Fitria pun meminta konselor hingga dokter pribadi merawat Venna Melinda.
Ibu Verrell Bramasta itu mendapatkan beberapa sesi terapi, salah satunya adalah hipnoterapi, di mana ahli akan "masuk" ke dalam alam bawah sadar Venna Melinda.
Menurut konselor, Venna Melinda masih mengalami traumatik saat konseling. Saat diajukan pertanyaan seputar kejadian yang menimpanya, Venna Melinda akan menangis karena mengingatnya.
Oleh karena itu, konselor mengaku berbicara dengan Venna Melinda dari sisi psikologis dan bukan fisik, mengingat kasus tersebut melibatkan sentuhan fisik.
"Dengan menggunakan teknik konseling dan hipnoterapi, kita tidak bersentuhan dengan permasalannya. Tapi kita bersentuhan secara psikologisnya karena kejadian itu sangat membuatnya terpukul ya, dengan adanya sentuhan secara fisik sampai mengalami darah," ucap konselor Venna Melinda, seperti dikutip dari kanal YouTube Cumicumi pada Senin (13/2/2023).
Peristiwa itu meninggalkan trauma yang sangat membekas bagi Venna Melinda.
Konselor menambahkan bahwa perempuan 50 tahun itu masih memerlukan pendampingan khusus.
"Tentunya kita masih perlu pendampingan khusus dan butuh beberapa treatment selanjutnya," tambah konselor.
Selama sesi hipnoterapi, konselor yang menangani Venna Melinda berusaha menanamkan kata-kata terkait memaafkan dan mencintai diri sendiri di alam bawah sadarnya.
Baca Juga: Skincare Habis tapi Mager? Ini Rekomendasi 4 Toko Skincare di Shopee
"Yang saya sampaikan adalah, pada dasarnya memaafkan, menerima kondisi kejadian tersebut, dan mencintai diri serta mengikhlaskan apa pun yang telah terjadi itu adalah sebuah pembelajaran yang luar biasa untuk persiapan tujuan yang lebih baik, seperti itu yang saya masukkan ke bawah sadarnya," ungkap konselor.
Hingga saat ini, Venna Melinda sendiri belum mau menemui para wartawan. Meski masih depresi dan mengalami trauma, namun kondisi Venna Melinda disebut mengalami kemajuan daripada pertemuan terapi sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana