Viral pengakuan akun Twitter yang mengungkapkan kalau YouTuber Jerome Polin justru banyak dibenci Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang.
Kontroversi Jerome Polin ini bermula ketika dirinya mengunggah foto hewan capybara yang dinilainya lucu. Unggahan itu disebar lewat akun Twitter @JeromePolin.
Namun akun Twitter @Abet_424 membalas cuitan tersebut dengan quote retweet. Ia mengajak publik untuk berhenti membahas masbro, julukan warganet Indonesia untuk capybara.
"Sudah waktunya kita berhenti masbro masbro karena jerome dah ikutan, saatnya cari hewan lain," kata akun tersebut.
Dari sini kemudian ada warganet yang mempertanyakan kenapa Jerome dibenci publik. Nah tweet tersebut kemudian disamber lagi oleh warganet lain bernama Sistha (@sisthaaaaa).
Akun tersebut menyatakan kalau para WNI di Jepang banyak yang anti Jerome karena dianggap KY yang jika diartikan adalah tidak bisa membaca suasana atau tidak peka terhadap sesuatu.
"Well.. temen-temen orang Indo yang juga tinggal di jepun banyak yang anti-Jerome, mostly karena dia dianggap KY (—silakan gugling artinya apa) terutama saat ngonten di public space. Trus juga sering terlalu menggeneralisasi ketika ngasih info soal Jepang. Gitu lah," kata akun Sistha, dikutip Minggu (19/2/2023).
"Tapi karena aku ga nonton kontennya, aku jadi tim hore aja tiap mereka bergosip. “Wah iya kah??”, “heeee gitu yaaa”, “waduchhh”, gitu lah kira-kira," lanjut dia.
Kendati demikian ia tidak bermaksud untuk mengajak publik ikut-ikutan membenci Jerome. Dia mengaku hanya ingin membagikan sikap sesama diaspora di Jepang kepada YouTuber tersebut.
"Ini engga lagi ngajak orang buat ikut-ikutan ga suka yaaa. Sharing POV dari sesama diaspora di Jepang aja, kenapa kok mereka ga suka. Seperti ituh," kata dia.
Hingga berita ini ditulis cuitan tersebut mendapatkan 5.670 retweet, 3.388 tweet kutipan, dan 36,1 ribu suka.
Berikut tanggapan warganet Indonesia soal Jerome Polin.
"Rahasia anak indo sejepang raya terkuak karenamu mba," kata salah satu warganet.
"Skrg lebih sering nontonin channel temen2nya justru wkwk. Kadang2 dia kl ngmg sm orang Jepang jg suka ga pake keigo kmrn nonton yg pas dia dtg ke rumah temennya. Lahh ngmg sm ortu temennya kok ga pake keigo wkwk mgkn kebiasaan wkwk tp kan doi udh lulus N1 ye kannn," sahut warganet lain.
"Lagian udh kodratnya orang pinter matematika itu ga asik," timpal lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda