/
Selasa, 21 Februari 2023 | 16:01 WIB
Tangkap layar Presiden Jokowi membuka puncak resepsi satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Delta Gelora Sidoarjo, Jawa Timur pada Selasa (7/2/2023). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merestui menterinya rangkap jabatan dianggap menghidupkan kembali kultur Orde Baru (Orba) Soeharto. 

Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Politik Ray Rangkuti. Ia menilai kalau restu yang diberikan Jokowi ini tidak tepat. 

"Sikap Presiden Jokowi yang membiarkan hal ini terjadi, juga tidak tepat. Ini semata bukan persoalan kinerja menterinya, tapi juga soal etika jabatan dan kesadaran membangun komposisi pemerintahan yang beradab," ujar Ray Rangkuti, dikutip dari Suara.com, Selasa (21/2/2023). 

Ray menyebut kalau sikap Jokowi itu telah menghidupkan kembali kultur orba, yang mana para pejabat merangkap jabatan dan turut berkontribusi pada lambannya birokrasi. 

Menurut dia hal itu berdampak hingga saat ini. Padahal Jokowi sudah seharusnya memperbaiki, bukan sebaliknya. 

"Oleh karena itu, kita meminta presiden segera mengoreksi hal ini," sambung dia. 

Diketahui orang yang merangkap jabatan adalah Menteri BUMN Erick Thohir dan Menpora Zainudin Amali, yang mana keduanya masuk dalam struktur pengurus PSSI. 

Erick Thohir menegaskan kalau pemerintah tidak akan mengintervensi PSSI, sementara Zainudin Amali juga mengaku sudah direstui Jokowi.

Ray menilai kalau sikap Jokowi yang membiarkan menterinya merangkap jabatan adalah tidak etis. Lebih lagi keduanya tergabung dalam satu organisasi yang sama. 

Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Syuting MV Solo di Luar Negeri, Agensi: Biayanya Bukan Main

"Sangat tidak tepat. Bahkan amat tidak tepat dua menteri menjadi pengurus dalam satu organisasi olah raga yang sama yaitu PSSI," tegasnya.

Load More