- Nenek Saudah di Pasaman dianiaya karena mempertahankan tanah dari aktivitas tambang ilegal; LPSK fokus perlindungan korban.
- LPSK menindaklanjuti kasus tersebut sejak Jumat (6/2) untuk pemulihan medis dan analisis tingkat ancaman korban.
- Kepolisian telah menetapkan satu tersangka IS alias MK; mereka berjanji mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan.
Suara.com - Kasus kekerasan yang menimpa seorang lansia bernama Saudah di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, kini menjadi perhatian nasional.
Nenek Saudah diduga menjadi korban penganiayaan brutal hanya karena keberaniannya mempertahankan hak milik tanahnya dari jamahan aktivitas tambang ilegal.
Menanggapi situasi yang mengoyak rasa kemanusiaan ini, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) secara resmi menyatakan fokus pada perlindungan dan pemulihan menyeluruh terhadap korban.
Langkah ini diambil setelah LPSK melakukan penelaahan lanjutan di kediaman korban di Kecamatan Rao, Pasaman.
Kehadiran negara melalui LPSK diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi Nenek Saudah yang kini harus berhadapan dengan kekuatan oknum di balik tambang ilegal.
Komitmen LPSK: Perlindungan Tak Sekadar Formalitas
Wakil Ketua LPSK, Wawan Fahrudin, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan korban berjuang sendirian. Penelaahan yang dilakukan pada Jumat (6/2) lalu merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Komisi XIII DPR RI.
Proses ini mencakup pengumpulan keterangan, analisis medis, hingga pemetaan tingkat ancaman yang mungkin masih menghantui korban.
"LPSK akan fokus pada perlindungan dan pemulihan korban, dan berharap jajaran Polres Pasaman dapat menegakkan hukum seadil-adilnya," kata Wakil Ketua LPSK Wawan Fahrudin dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Terbukti Lakukan Kekerasan, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Diskors 2 Semester dan Terancam DO
Wawan menjelaskan bahwa syarat perlindungan terhadap saksi atau korban harus dipenuhi secara mendalam, termasuk memeriksa sifat pentingnya keterangan korban dalam mengungkap jaringan tambang ilegal tersebut.
LPSK juga telah berkoordinasi dengan pihak medis di Puskesmas Rao dan RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping untuk memastikan pemulihan fisik Nenek Saudah berjalan optimal.
Kepolisian Berjanji Usut Tuntas Tanpa Ada yang Ditutupi
Dukungan terhadap Nenek Saudah juga datang dari jajaran kepolisian. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Brigadir Jenderal Polisi Solihin, memberikan instruksi tegas kepada bawahannya untuk tidak main-main dalam menangani kasus ini.
Mengingat latar belakang kasus yang berkaitan dengan tambang ilegal, transparansi menjadi kunci utama untuk meraih kembali kepercayaan publik.
"Saya perintahkan kepada jajaran untuk mengungkapkan kasus Nenek Saudah seterang-terangnya, hadirnya saksi-saksi, dan juga bukti yang menguatkan," kata Solihin.
Berita Terkait
-
Terbukti Lakukan Kekerasan, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Diskors 2 Semester dan Terancam DO
-
Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?
-
Dugaan Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta Resmi Dilaporkan ke Polresta Sleman
-
6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Motor Roda 3 dari Program Atensi Kemensos Bantu Wak Keple Bangkitkan Usaha
-
Kasus Chromebook, Pakar: Kejaksaan Bongkar Siasat 'Regulatory Capture' untuk Dalih Nadiem Makarim
-
Basarnas Fokuskan Pencarian di Muara Pantai Sine, Wisatawan Malang Terseret Ombak Belum Ditemukan
-
Dalai Lama Buka Suara soal Namanya Disebut Ratusan Kali dalam Dokumen Rahasia Epstein
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Ditopang Pemilih Gen Z
-
Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah, NU, dan BRIN
-
Anggota Komisi III: Pemilihan Adies Kadir Jadi Hakim MK Sesuai Mekanisme, Tak Langgar Prosedur
-
BPS Kalbar Catat Makan Bergizi Gratis Ubah Pola Konsumsi, Tekan Beban Belanja Keluarga Miskin
-
Jusuf Kalla Tekankan Kerugian Ekonomi Akibat Banjir, Ajak Warga Jakarta Jaga Lingkungan
-
Geger Unpam Serang, Mahasiswi Tewas Jatuh dari Lantai 2, Murni Kecelakaan atau Kelalaian Kampus?